Irak kembali dihantam serangan bom bunuh diri

Sumber gambar, AP
Serangan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 60 lainnya di kawasan pemukiman umat Syiah di ibukota Irak, Baghdad.
Bom itu meledak di sebuah pasar di kawasan Zafaraniya ketika iring-iringan pemakaman sedang melewati tempat tersebut.
Dengan dikawal mobil polisi, para penduka tersebut sedang dalam perjalanan untuk memakamkan seorang pria yang tewas ditembak sehari sebelumnya.
Seorang aparat keamanan mengatakan pembom tersebut tampaknya ingin menyerang kantor polisi.
Potongan tubuh manusia berserakan dan darah tergenang di tempat mobil yang membawa bom dan pembomnya.
Helikopter berputar-putar di udara sementara pasukan keamanan menutup kawasan tempat ledakan.
Kekerasan meningkat
Serangan kekerasan di Irak meningkat belakangan ini setelah pasukan Amerika Seriakt meninggalkan negara itu akhir tahun lalu.

Sumber gambar, Reuters
Hari Kamis (26/01) sedikitnya 16 orang tewas dalam rangkaian kekerasan di Irak.
Pertengahan Januari lalu, jatuh 53 korban jiwa dalam serangan atas jemaat Syiah di sebuah kawasan pemukiman dengan penduduk mayoritas Sunni. Serangan itu tejadi pada saat perayaan festival Arbain, yang merupakan hari suci dalam kalender Syiah.
Konflik sektarian dikhawatirkan semakin meningkat di Irak menyusul konflik politik antara Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang merupakan umat Syiah dengan Wakil Presiden Tariq al-Hashemi dari kelompok Sunni.
Tariq al-Hashemi sudah didakwa dengan terorisme dan kini bersembunyi di Kurdi, Irak utara. Dia berulang kali membantah tuduhan terorisme tersebut.









