Pedagang India mogok menentang ritel global

Sumber gambar, BBC World Service
Puluhan ribu pedagang India melakukan pemogokan sebagai protes atas keputusan pemerintah membuka sektor ritel kepada jaringan supermarket global.
Hampir semua toko di India tutup, walaupun di sejumlah kota, seperti Delhi dan Mumbai, sebagian buka beberapa jam.
Pemerintah minggu lalu memutuskan mengizinkan perusahaan asing seperti Walmart memiliki saham 51% di toko-toko besar di India.
Sejumlah pedagang kecil menentang langkah itu karena khawatir akan merugikan usaha mereka.
Pemogokan hari Kamis (1/12) itu diorganisir oleh Konfederasi Pedagang India.
Seorang pejabat organisasi itu, Praveen Khandelwal, mengatakan lebih dari 10.000 serikat buruh di seluruh India ikut serta dalam pemogokan itu.
'Mimpi buruk'
Partai oposisi utama Bharatiya Janata (BJP) melakukan pawai dan membakar patung Perdana Menteri Manmohan Singh di sekitar 20 tempat.
Polisi bentrok dengan para pengunjuk rasa di Lucknow, Uttar Pradesh, sementara pasar di Agra dan Chhattisgarh nyaris kosong.
Khandelwal mengatakan langkah pemerintah itu merupakan "mimpi buruk" bagi para pedagang kecil.
Ia mengatakan, "Pihak ritel asing dapat beroperasi di kota-kota besar namun sumber mereka adalah pasar di seluruh India. Dengan uang dan kekuasaan, mereka akan mendominasi pasok produksi."
Parlemen India menunda pembicaraan masalah ini sejak pemerintah sepakat mengizinkan masuknya ritel asing.
Politisi oposisi mengatakan mereka tidak akan membiarkan parlemen berjalan sampai pemerintah menarik keputusan itu.
Keputusan ini sebenarnya tidak memerlukan kesepakatan parlemen namun oposisi melakukan penundaan pembahasan agar masalah ini dapat kembali memicu debat.









