Dua selongsong peluru ditemukan di Gedung Putih

Gedung Putih, Washington
Keterangan gambar, Surat penangkapan sudah dikeluarkan untuk seorang pria keturunan Spanyol.

Dua selongsong peluru ditemukan di Gedung Putih dan salah satunya mengenai jendela antipeluru saat ditembakkan.

Dinas Rahasia Amerika Serikat -pasukan khusus pengawal Presiden Amerika Serikat- mengatakan selongsong peluru ditemukan di tanah ketika penyelidikan dilangsungkan setelah insiden penembakan yang terjadi akhir pekan lalu.

Kepolisian setempat mengatakan sedang mencari Oscar Ramiro Ortega yang berusia 21 tahun sehubungan dengan penembakan itu.

Bagaimanapun kedua peluru yang ditemukan belum bisa dipastikan berkaitan dengan penembakan itu.

"Penyelidikan di bagian luar Gedung Putih sedang berlangsung," seperti dinyatakan Dinas Rahasia AS kepada kantor berita AFP.

Tato mencolok

Kedua peluru ditemukan pada hari Selasa, setelah adanya laporan-laporan tentang tembakan di sekitar Gedung Putih dan Monumen Washington, Jumat malam sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

Para saksi mata mendengar suara tembakan dan menyaksikan dua mobil yang melintas dengan cepat di kawasan itu. Kantor berita AP melaporkan sebuah senapan AK-47 juga ditemukan.

Dalam pernyataan Kepolisian Pertamanan Amerika Serikat di internet, Sersan David Schlosser mengatakan penyelidikan atas penembakan di dekat Gedung Putih itu mendorong mereka mengeluarkan surat penangkapan atas Ortega.

"Berdasarkan penyelidikan, Kepolisian Pertamanan Amerika Serikat menemukan sebuah mobil di blok 2300 di Jalan Raya Konstitusi," kata Sersan Schlosser. Lokasi penemua itu berjarak sekitar tujuh blok dari Gedung Putih.

"Bukti-bukti dalam mobil itu membuat kami mengeluarkan suara penangkapan atas Oscar Ortega."

Ortega disebut sebagai pria turunan Spanyol dengan tubuh sedang dan beberapa tato yang mencolok, termasuk tiga titik di tangan kanan dan namanya tertera di punggung dan tulisan Israel di bagian leher.