Krisis utang: Obama diminta kompromi

Jam Utang Nasional di New Yor City memperlihatkan total utang nasional AS

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Jam Utang Nasional di New Yor City memperlihatkan total utang nasional AS.

Beberapa bank besar di Amerika Serikat mengimbau Presiden AS dan para wakil rakyat mencapai kata sepakat soal pagu utang nasional, beberapa jam menjelang pemungutan suara menentukan mengenai krisis utang.

Surat terbuka yang dikirimkan oleh kalangan lembaga keuangan terkemuka AS, termasuk Bank of America, Citigroup dan Goldman Sachs, menyatakan konsekuensi kegagalan mungkin sangat gawat.

Dewan Perwakilan Rakyat AS dijadwalkan akan mengadakan pemungutan suara atas rencana yang diajukan Partai Republik untuk menaikkan batas utang pemerintah dan mengurangi anggaran belanja.

Kubu Demokrat dan Republik berselisih mengenai cara mencapai tujuan tersebut.

Dan, jika kesepakatan tidak dicapai hari Selasa depan (2/8), pemerintah Amerika akan kehabisan uang tunai dan Amerika terancam mengalami penurunan peringkat kredit.

Usul yang diajukan Ketua DPR AS John Boehner dari Partai Republik menghadapi penentangan dari kalangan politisi Republik berhaluan konservatif, dan penentangan penuh oleh para politisi Demokrat di Senat serta ancaman veto dari Gedung Putih.

Fraksi Republik menguasai 240 dari 433 hak suara dalam pemungutan di DPR, dan memerlukan 217 orang anggotanya menyatakan setuju untuk bisa meloloskan RUU.

Hari Rabu Boehner telah menyatakan kepada rekan-rekan di fraksinya yang menolak usulnya agar ikut mendukung proposalnya.

Batas pinjaman

Pendukung Tea Party menolak kenaikan pagu utang nasional AS.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pendukung Tea Party menolak kenaikan pagu utang nasional AS.

Departemen Keuangan AS memperingatkan pemerintah akan kehabisan uang untuk membayar seluruh tagihan pembayaran, kecuali pagu pinjaman pemerintah dinaikkan paling lambat hari Selasa depan.

Berdasarkan rencana Boehner, defisit anggaran AS akan diturunkan sebanyak US$917 miliar dalam rentang waktu 10 tahun, dan pagu utang nasional dinaikkan hingga sebesar US$900 miliar.

Presiden Barack Obama mendukung rencana lain yang diajukan oleh tokoh Demokrat di Senat, Harry Reid.

Menurut rencana Reid, defisit anggaran AS akan dikurangi US$2,2 triliun dan pagu pinjaman dinaikkan sebesar $2,7 triliun.

Namun, proposal Reid diperkirakan tidak mungkin lolos dalam bentuk yang ada saat ini dari DPR yang dikuasai Republik.

Rencana Boehner dan Reid dinilai menunjukkan beberapa persamaan dalam beberapa segi, yaitu pengurangan belanja selama 10 tahun, menjauhi kenaikan pajak terhadap orang kaya seperti yang diserukan Presiden Obama dan membentuk komite khusus untuk merancang pemotongan belanja di masa datang.

Para pemimpin Demokrat di Senat bersikukuh menyatakan akan menolak rencana Boehner, namun para analis politik yakin rencana tersebut bisa menjadi landasan kompromi, kata wartawan kami.

Wartawan BBC Theo Leggett mengatakan ganjalan utama untuk mencapai kata sepakat tampaknya apakah pagu utang nasional akan dibahas kembali tahun 2012 - tahun AS akan menggelar pemilihan presiden.