Abu vulkanis Cile ganggu Australia

Puluhan penerbangan domestik Australia ditunda akibat debu vulkanik.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Puluhan penerbangan domestik Australia ditunda akibat debu vulkanik.

Debu vulkanik dari gunung berapi Puyehue-Cordon Caulle di Cile membuat jadwal penerbangan di Australia terganggu.

Pekan lalu, puluhan ribu jadwal penerbangan terganggu setelah maskapai penerbangan memutuskan untuk tidak menerbangkan pesawat-pesawat terbangnya.

Sebanyak 100.000 orang penumpang terlantar karena sekitar 700 penerbangan dibatalkan atau ditunda akibat debu vulkanis yang menyelimuti Australia dan Selandia Baru.

Dan kini, debu vulkanik yang sama datang lagi ke Australia setelah 'berkeliling' dunia.

Akibatnya, bandar udara Adelaide di Australia Selatan ditutup sementara Selasa (21/6) setelah abu vulkanis terlihat di atas jalur penerbangan

Pesawat-pesawat terbang untuk penerbangan dalam negeri terpaksa dikandangkan di Canberra dan Sydney dua airport tersibuk di Australia.

Sementara itu, jalur penerbangan internasional tetap beroperasai dengan pengawasan ketat di bandara Syndey.

Pekan lalu, sejumlah maskapai penerbangan seperti Virgin Australia, masih memaksakan beroperasi meski harus terbang rendah di bawah abu vulkanik.

Maskapai- maskapai penerbangan besar seperti Qantas menegaskan tidak pernah akan terbang di bawah awan.

Sebab, tindakan itu membawa risiko keselamatan besar yang mungkin sulit untuk menerima hal itu.

Namun, untuk kali ini beberapa maskapai ini diperingatkan untuk tidak melakukan hal yang sama.