Mengejek raja Thailand, warga AS ditahan

Bhumibol

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Hukum melindungi monarki dari ejekan dan ancaman

Seorang warga Amerika Serikat keturunan Thailand ditangkap karena diduga mengejek kerajaan.

Kedutaan besar AS di Bangkok memastikan penangkapan warganya.

Pria berumur 54 tahun tersebut dilaporkan dituduh menempatkan link pada blognya ke buku tentang keluarga kerajaaan. Upaya seperti itu dilarang di Thailand.

Hukum kerajaan Thailand yang ketat melarang semua bentuk kritik terhadap monarki. Jika terbukti melanggar dapat dipenjara sampai 15 tahun.

Penyelidik polisi menghubungi BBC tetapi menolak memberikan rincian dakwaan karena kepekaan kasus ini.

Seorang pejabat Pengadilan Pidana Thailand yang tidak disebutkan namanya mengatakan pengadilan hari Kamis (27/05) menolak pemberian izin keluar dengan jaminan.

"Dia dituduh menghina kerajaan, subversi dan mengunduh atau membuat link kepada informasi tidak benar berdasarkan Hukum Kejahatan Komputer," kata pejabat tersebut seperti dikutip kantor berita AFP.

Situs internet berbahasa Thailand prachatai.com - yang salah satu editornya juga menghadapi tuduhan yang sama - melaporkan pria tersebut lahir di Thailand tetapi sudah tinggal di negara bagian Colorado AS selama 30 tahun.

Internet diawasi

Hukum ini memberikan perlindungan kepada Raja, Ratu atau keturunannya dari penghinaan dan ancaman.

Tetapi pendukung kebebasan berpendapat mengatakan hukum tersebut disalahgunakan untuk membungkam perdebatan, lapor wartawan BBC Rachel Harvey di Bangkok.

Mereka menekankan tentang lonjakan jumlah kasus sejak kudeta militer tahun 2006.

Bulan ini saja terdapat tuduhan yang dilancarkan terhadap akademisi Thailand yang secara terbuka mendesak dilakukannya reformasi monarki, disamping politikus oposisi terkemuka yang juga memimpin gerakan "baju merah" penentang pemerintah.

Wartawan kami mengatakan pemerintah mengawasi internet. Sekitar dua ribu alamat situs disensor pemerintah karena memiliki link yang dianggap menghina monarki.