Pemimpin Yaman diminta keluar

Hamid al-Ahmar
Keterangan gambar, Hamid al-Ahmar mengatakan Presiden Saleh tidak mempunyai masa depan di Yaman

Salah seorang tokoh politik berpengaruh di Yaman Hamid al-Ahmar mengatakan Presiden Ali Abdullah Saleh harus meninggalkan Yaman, tidak hanya mundur dari kekuasaan.

Kepada BBC, Ahmar mengatakan presiden dan keluarganya "tidak mempunyai masa depan di Yaman dalam waktu dekat."

"Mereka harus turun dari kekuasaan, mereka harus meninggalkan Yaman demi keselamatan mereka sendiri," kata Ahmar dari partai berhaluan Islam, Islah.

Dia mengatakan kubu oposisi akan meningkatkan aksi protes dan terus menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh.

Ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan di sejumlah kota, Rabu (30/3).

"Bila dia pergi sekarang, dia masih bisa pergi dengan martabat, tetapi dia berpacu dengan waktu," tambah Ahmar.

Pilihan terbatas

Presiden Saleh telah menyatakan akan mundur menjelang Januari 2012, tetapi oposisi dan para pengunjuk rasa meminta presiden turun segera.

Hamid al-Ahmar adalah seorang sosok yang berpengaruh di lingkaran politik dan kesukuan dan menurut wartawan BBC di Yaman, pernyataan Ahmar menunjukkan pertanda pertama bahwa Presiden Saleh tidak akan bisa tetap tinggal di negaranya.

Wartawan BBC di Yaman, yang tidak disebutkan namanya atas alasan keamanan, menambahkan posisi presiden sangat sulit karena opsi pengasingan terbatas. Presiden Saleh memiliki rumah di Jerman tetapi kecil kemungkinan dia menetap di Barat karena kelompok demonstran menuntut presiden diadili atas dugaan kejahatan selama berkuasa.

Pilihan lain, mengungsi ke Arab Saudi. Namun sebagai penyokong utama di Yaman, Arab Saudi "secara mengherankan bersikap diam" tentang krisis yang terjadi, kata seorang diplomat di ibu kota Yaman, Sanaa.

Gambaran ini memunculkan spekulasi bahwa pemerintah Arab Saudi memalingkan muka dari Presiden Saleh.