PBB yakin Korut miliki fasilitas nuklir rahasia

Fasilitas nuklir Korut Yongbyon

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ilmuwan AS Siegfried Hecker kunjungi Yongbyon pada November lalu

Bocoran laporan PBB menyebutkan ahli PBB yakin Korea Utara setidaknya memiliki satu fasilitas nuklir yang tersembunyi.

Laporan itu berdasarkan pada bukti dari ilmuwan AS Siegfried Hecker yang mengunjungi lokasi rahasia itu pada November tahun lalu.

Dia mengatakan kepada para juri yang terdiri dari ahli PBB bahwa dia melihat mesin yang kemungkinan berasal dari fasilitas nuklir rahasia, seperti keterangan diplomat dalam laporan itu yang tidak disebutkan namanya.

Laporan juri yang belum dipublikasikan itu telah dikirimkan ke Dewan Keamanan PBB pada pekan lalu.

Pejabat Korea Utara menunjukan kepada Hecker, yang berasal dari Stanford University, sebuah pabrik pengayaan uranium di komplek Yongbyon pada November lalu.

Para juri beranggotakan pakar PBB, yang memberikan sanksi kepada Pyongyang, diminta untuk membuat laporan setelah keterangan Hecker kepada Dewan Keamanan PBB.

Seperti diberitakan Bloomberg, laporan itu menyebutkan mesin di reaktor Yongbyon sebelumnya telah dioperasikan pada satu atau lebih dari satu lokasi yang dirahasiakan.

Diplomat lain mengatakan kepada Reuters:" Tidak mungkin mereka memiliki alat antara tahun 2009 sampai sekarang, jika mereka tidak menyimpannya pada lokasi rahasia."

Menurut para diplomat, yang tidak disebutkan identitasnya karena laporan ini belum dipublikasikan- Hecker mengatakan pada para juri bahwa tidak mungkin Korut dapat membuat sendiri seluruh peralatan tersebut.

Dia mengatakan mereka mungkin mengimpor sejumlah material dan memasangnya di lokasi rahasia, sebelum dipindahkan ke Yongbyon.

Juri yang terdiri dari para ahli itu merekomendasikan sanksi yang ketat terhadap Korut, termasuk membekukan aset dan cekal terhadap para pejabat nuklir Korut, seperti disebutkan dalam bocoran laporan itu.

Laporan itu rencananya akan dipublikasikan pada akhir pekan ini.

Desember lalu, pejabat AS setelah bertemu dengan Hecker, juga menyampaikan bahwa Korea Utara mungkin memiliki fasilitas nuklir lain yang dirahasiakan.