Tunisia dilanda kerusuhan berdarah

tunisia
Keterangan gambar, Tekanan ekonomi akibatkan warga Tunisia lakukan demonstrasi

Setidaknya satu orang tewas dalam aksi demonstrasi yang berujung dengan kerusuhan di Tunisia.

Aksi yang dilakukan oleh sejumlah pengganguran tersebut terjadi bagian barat kota Thala, sekitar 200 km sebelah barat daya ibukota Tunisia, Tunis.

Seorang saksi mata menyebutkan dalam aksi tersebut polisi melepaskan sejumlah tembakan untuk membubarkan aksi.

Seorang sumber di sebuah rumah sakit seperti dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan satu orang tewas tertembak.

Sementara AFP menyebut berdasarkan keterangan saksi mata lain, tembakan yang dilepaskan oleh petugas kepolisian mengakibatkan empat orang tewas dalam peristiwa yang sama.

Belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pejabat Tunisia terkait dengan aksi ini.

AS prihatin

Aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah warga di negara tersebut mulai bermunculan sejak akhir bulan lalu akibat kurangnya lapangan pekerjaan dan kebebasan di negara tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat telah menunjukan keprihatinannya terhadap cara pemerintah Tunisia menangani akis demonstrasi ini.

Juru Bicara Menteri Luar Negeri AS, PJ Crowley mengatakan pemerintah Tunisia diminta untuk menghormati hak warga untuk mengungkapkan pendapat secara damai.

Aksi ini sendiri bermula saat seorang pria melakukan aksi membakar diri pada 17 Desember lalu di pusat daerah Sidi Bouzid, dia memprotes upaya polisi yang melakukan penyitaan terhadap sayur dan buah dagangan miliknya.

Pria ini kemudian dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan aksi tersebut, kejadian ini mendorong sejumlah aksi serupa di negara tersebut.

Aksi demonstrasi seperti ini terbilang jarang di Tunisia dan pihak keamanan memberlakukan kontrol yang ketat untuk mencegah munculnya perbedaan pendapat.

Kerusuhan ini juga diduga terkait dengan kepemimpinan presiden dan sejumlah elit di negara tersebut.