Pelaku ledakan bom Swedia 'tinggal' di Inggris

Sebuah rumah di Inggris diperiksa polisi sebagai bagian dari penyelidikan kasus ledakan bom ibukota Swedia akhir pekan lalu yang menewaskan satu orang.
Korban diduga adalah pelaku ledakan.
Pemeriksaan itu dilakukan di sebuah rumah di Bedfordshire, melalui surat perintah berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000 pada Minggu malam, demikian penjelasan kepolisian London.
Laporan yang belum dapat dikukuhkan menyebut korban tewas di Stockholm adalah Taimour Abdulwahab al-Abdaly (29 tahun) yang tinggal di Luton.
Kepolisian Inggris mengatakan sejauh ini tidak ada penahanan dan tidak ditemukan adanya bahan yang berbahaya di lokasi penggeledahan.
Juru bicara Departemen Dalam Negeri mengatakan, ''Kami bekerja sama dengan otoritas Swedia. Sangat tidak etis jika kami memberikan pernyataan terkait penyelidikan yang tengah berlangsung saat ini''.
Sejumlah koran, situs Swedia, dan forum Islam telah menyebutkan kalau Abdaly, warga negara Swedia kelahiran Irak sebagai pelaku pengeboman.
Jejak di Inggris
Wartawan BBC melaporkan, kemungkinan besar aparat keamanan Inggris akan menyelidiki bagaimana dan seberapa lama Abdaly tinggal di Inggris dan apakah dia juga berhubungan dengan orang lain.
Abdaly mendaftarkan dirinya di sebuah situs perjodohan muslim Muslima dan mengaku sebagai ahli terapi lulusan Universitas Bedfordshire.
Tapi Universitas ini belum memberikan konfirmasi.
Dalam profilnya di situs itu, Abdaly mengatakan dia lahir di Baghdad dan pindah ke Swedia pada 1992 sebelum tiba di Inggris tahun 2001 untuk belajar.
Dia mengaku pernah menikah di tahun 2004 dan memiliki dua anak perempuan.
"Saya ingin menikah lagi dan mempunyai keluarga besar. Istri saya setuju dengan rencana ini,'' demikian salah satu isi tulisannya di situs perjodohan Muslima.
Koran Inggris The Daily Telegraph mengutip pernyataan dari tetangganya yang mengatakan mereka terakhir kali melihatnya sekitar dua setengah pekan lalu.
Tahir Hussain (33 tahun) seorang pengemudi taksi yang tinggal berdekatan mengatakan, "Biasanya saya sering melihatnya. Dia tidak banyak bicara tetapi dia sepertinya orang yang baik. Saya biasanya melihatnya berjalan bersama anak-anaknya.''









