Inggris mungkin cekal pastur Terry Jones

Pendeta Terry Jones memimpin sebuah gereja kecil di negara bagian Florida, AS
Keterangan gambar, Pendeta Terry Jones memimpin sebuah gereja kecil di negara bagian Florida, AS

Pemerintah Inggris mungkin akan mencekal pendeta asal Amerika Serikat Terry Jones yang pernah berencana membakar al-Quran.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May, mengatakan pihaknya tengah aktif mempertimbangkan melarang pendeta tersebut masuk ke wilayah Inggris Raya.

May menyatakan Jones sudah masuk dalam pemantauan selama beberapa bulan terakhir.

Mendagri Inggris ini menambahkan dia memiliki kewenangan untuk mencegah orang masuk Inggris jika dia memandang orang tersebut tidak kondusif bagi kepentingan masyarakat atau mengancam keamanan nasional.

Pendeta Terry Jones menuai kecaman internasional tahun ini ketika dia mengumumkan rencana membakar mushaf al-Quran pada peringatan serangan 11 September.

Diundang

Pendeta Jones mengatakan kepada BBC bahwa dia berencana untuk berkunjung ke Inggris atas undangan kelompok nasionalis ultra kanan English Defence League, EDL.

EDL sedianya meminta pendeta itu menyampaikan pandangannya terhadap Islam di rapat umum kelompok tersebut.

Pendeta Jones, yang memimpin gereja dengan 50 anggota di Gainessville, Florida, mengatakan kehadiran di rapat umum EDL bulan Februari akan ''positif'', tapi dia mengakui dia akan berceramah untuk melawan ''muslim ekstrimis''.

Lewat akun Facebooknya EDL mengatakan rapat umum pada tanggal 5 Februari akan menjadi ''tanggal terpenting kami untuk saat ini''.

Menurut EDL Jones akan bergabung dengan organisasinya untuk ''mengecam keburukan Islam''.

Kalangan pengecam Pendeta Jones mengatakan kehadiran dia akan mengobarkan sentimen anti-Muslim.

Kelompok yang menamakan diri United Against Fascism [Bersatu Melawan Fasisme] menyatakan akan menggelar demonstrasi antirasisme.

Sementara itu, kelompok anti ekstrimisme Hope Not Hate menyerukan mendgari Inggris untuk segera bertindak.