Pendiri Wikileaks lawan upaya ekstradisi

Julian Assange tengah berada di Inggris Raya
Keterangan gambar, Julian Assange tengah berada di Inggris Raya

Pendiri Wikileaks Julian Assange akan mellawan upaya ekstradisi ke Swedia atas tuduhan perkosaan, kata pengacaranya.

Pengacara Mark Stephens mengatakan kepada BBC bahwa langkah hukum terhadap kliennya tampaknya "aksi politis" oleh negara yang membiarkan praktik rendisi (penahanan orang tanpa melalui proses hukum) oleh Amerika Serikat.

Dia memperingatkan Wikileaks mungkin merilis lebih banyak lagi berkas rahasia untuk melindungi diri.

Surat perintah penahanan atas nama Assange dikeluarkan aparat penegak hukum Swedia hari Kamis (2/12).

Surat tersebut keluar ketika Wikileaks merilis sebagian lagi dari sekitar 250.000 pesan diplomatik rahasia milik Amerika Serikat.

Surat perintah meminta keterangan Assange, yang kini tengah berada di Inggris Raya, menyangkut tuduhan kejahatan seksual ketika dia berkunjung ke Swedia bulan Agustus.

Namun, Stephens mengatakan kepada wartawan BBC Andrew Marr bahwa seluruh kasus terhadap Assange telah digugurkan oleh jaksa agung Swedia bulan September.

Campur tangan

Dia mengatakan baru setelah ada ''campur tangan seorang politisi Swedia'' seorang jaksa baru di Gothenburg, bukan Stockholm, tempat klien dan kedua wanita pernah berada - mengajukan perkara baru.

Perkembangan ini menghasilkan surat perintah penahanan terbaru, dan Interpol menerbitkan surat pemberitahuan. Kliennya membantah tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya.

''Surat perintah diterbitkan pada hari Kamis menurut laporan. Kami meminta surat itu. Kami tidak digubris hingga saat ini,'' ujarnya.

Dia menambahkan dia dan penasihat hukum dari Swedia sudah mencoba menghubungi aparat kejaksaan sejak bulan Agustus dan kliennya mencoba bertemu jaksa untuk ''memulihkan nama baiknya''.

"Dia hanya menghendaki dimintai keterangan, mengapa tidak meminta keterangan atas persetujuan [tertuduh], bukannya pengadilan pameran ini?'' tambahnya.

Awal pekan ini pihak berwenang menyediakan informasi tambahan kepada polisi Inggris, untuk memungkinkan mereka menahan Assange. Namun, Stephens menyatakan dia memperkirakan kliennya akan didatangi polisi.

Menurut pengacara tersebut, jaksa bisa menelepon Assange dan mewawancarai dia kapan saja.

Stephens memperingatkan organisasi yang didirikan Assange masih memiliki bahan rahasia lain sebagai ''alat thermo-nuklir'' untuk disebarkan jika Wikileaks perlu melindungi diri.

Wikileaks kini tengah menggarap pembeberan lebih dari 250.000 kawat diplomatik AS dan pengungkapan informasi rahasia itu mempermalukan pemerintah Amerika Serikat.

Pemerintah AS mengutuk pembeberan oleh Wikileaks, termasuk deskripis blak-blakan para pemimpin dunia dan perintah untuk melakukan aksi mata-mata di PBB, sebagai serangan terhadap masyarakat dunia.