AS-Cina tegang soal yuan

Timothy Geithner
Keterangan gambar, Timothy Geithner keluhkan lambatnya penguatan yuan

Amerika Serikat mengajukan dua kasus keluhan baru soal Cina kepada Organisasi Perdagangan Dunia, WTO, dengan tuduhan Beijing melanggar peraturan perdagangan global.

Langkah ini dilakukan ketika hubungan antara Beijing dan Washington semakin tegang, terutama atas tingkat nilai mata uang Cina yuan.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner akan memberi keterangan kepada Kongres mengenai mata uang yuan ini.

Dalam pernyataan tertulis, Geithner mengemukakan keprihatinan akan lambatnya perubahan.

"Kami prihatin, seperti juga banyak mitra dagang Cina, atas percepatan apresiasi yang terlalu lambat dan tingkat apresiasi yang terlalu terbatas," ujarnya.

Namun juru bicara Departemen Luar Negeri Cina mengatakan: "Apresiasi renminbi [yuan] tidak akan bisa mengatasi defisit perdagangan dengan Cina.

"Tekanan tidak akan bisa memeacahkan masalah ini. Bahkan, akan mendorong yang sebaliknya."

Amerika Serikat dan negara lain menuduh Cina menurunkan nilai mata uang yuan sehingga barang ekspor negara itu tampak murah.

Akan tetapi, beberapa bulan belakangan Beijing mengambil langkah untuk membuat mata uang yuan lebih fleksibel dengan menaikkan harga jual tengah resminya.

Kasus WTO

mata uang yuan
Keterangan gambar, Cina ditekan untuk terus memperkuat nilai mata uang yuan

Wartawan BBC mengatakan sementara ketegangan dalam masalah perdagangan antara Washington dan Beijing bukan hal baru, namun hal ini meningkat dalam beberapa minggu setelah para politisi Amerika mengeluh Cina tetap membuat yuan bernilai lebih rendah terhadap dolar.

Pemerintah Obama mengisyaratkan rencana untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Cina di dalam masalah perdagangan, seperti menuntut Beijing bertindak lebih cepat dalam mereformasi sistem mata uangnya.

Dua kasus yang dibawa Amerika ke WTO merupakan pertanda pendekatan baru itu.

Kasus pertama menyangkut pajak masuk terhadap barang impor berupa baja yang khusus untuk industri pembangkit listrik yang ditetapkan Cina.

Cina mengatakan pajak ini diterapkan untuk mencegah pengiriman barang impor bersubsidi menghancurkan industri lokal, namun utusan perdagangan Amerika Ron Kirk menuduh Beijing melakukan langkah proteksi.

Kasus kedua terkait pasar sistem pembayaran elektronik di Cina yang didominasi oleh satu perusahaan setempat, China Union Pay.

Amerika Serikat mengatakan perusahaan sejenis dari negaranya tidak mendapat kesempatan untuk bersaing di pasar yang besar ini di Cina.