Politisi kanan Eropa kunjungi kuil Jepang

Sekelompok politisi ekstrem kanan dari Eropa mengunjungi kuil yang dibangun untuk mengenang para korban perang Jepang, termasuk mereka yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan dalam Perang Dunia II.
Para politisi itu, termasuk Jean-Marie Le Pen dari Prancis, diundang oleh kelompok ekstrem kanan di Jepang, Issui-kai, yang menolak mengakui bahwa Jepang melakukan kejahatan perang.
Kunjungan mereka dilakukan pada malam sebelum peringatan 65 tahun sejak Jepang menyerah dalam perang.
Kunjungan ke kuil Yasukuni, terutama oleh para pemimpin Jepang, membuat marah sebagian negara Asia yang menganggap kuil itu mengagung-agungkan masa lalu imperialis Jepang.
Wartawan BBC Roland Buerk di Tokyo mengatakan Perdana Menteri Naoto Kan sudah menegaskan bahwa dia tidak akan mengunjungi kuil itu selama dia menjabat perdana menteri.
'Pahlawan'
Le Pen mengunjungi kuil itu bersama Adam Walker, seorang tokoh penting dari Partai Nasional Inggris (BNP) dan politisi-politisi ekstrem kanan lain dari sejumlah negara Eropa, termasuk Austria, Portugal, Spanyol, Hongaria, Romania dan Belgia.
"Yang penting adalah niat bahwa kami memberi penghormatan kepada orang-orang yang menjadi korban karena membela negara mereka, apakah mereka orang Jepang atau tentara lain di dunia, kami tetap memiliki rasa hormat yang sama," kata Le Pen kepada wartawan.
Ketika ditanya mengenai kunjungannya itu politisi berusia 82 tahun itu mengatakan: "Kalau kita berbicara mengenai kejahatan perang, bukankah orang-orang yang mengebom Hiroshima dan Nagasaki juga penjahat perang?"
Dalam kunjungan itu mereka juga mengadakan pembicaraan di sebuah hotel di Tokyo mengenai kerjasama yang lebih erat untuk memajukan ideologi nasionalis mereka.









