Perundingan iklim 'mundur'

Perubahan iklim
Keterangan gambar, Negara-negara berkembang berjanji kurang emisi gas rumah kaca

Pembicaraan perubahan iklim dunia mengalami kemunduran sejak tahun lalu, kata para perunding dari negara kaya dan miskin pada pertemuan di Jerman.

Utusan Amerika Serikat mengatakan sejumlah negara "ingkar" dari janji yang disampaikan di Kopenhagen tahun lalu untuk mengatasi emisi gas rumah kaca.

Tetapi pejabat senior PBB untuk masalah ikilm, Christiana Figueres mengatakan kemajuan sudah tercatat menuju tercapainya kesepakatan.

Para perunding sedang mempersiapkan KTT yang akan datang pada bulan Oktober.

Masih akan ada satu pertemuan persiapan lagi di Tianjin Cina pada bulan Oktober untuk merancang naskah sebelum KTT di Cancun Meksiko.

"Saat ini kami sangat khawatir," kata perunding utama AS Jonathan Pershing pada penutupan perundingan seminggu di Bonn.

"Sayangnya, yang kami lihat beberapa kali minggu ini adalah bahwa sejumlah negara mundur dari kemajuan yang dicatat di Kopenhagen dan apa yang sudah disepakati disana."

Pershing mengatakan beberapa negara berkembang besar ingkar janji mengurangi peningkatan emisi gas rumah kaca dengan mengatakan pengawasan seharusnya diterapkan pada negara maju.

Dia memperingatkan suhu dunia yang mencapai rekor tertinggi, banjir Pakistan dan kebakaran hutan Rusia "sejalan dengan perubahan yang sudah diperkirakan sebelumnya dalam kaitannya dengan perubahan iklim, dan keadaan ini akan memburuk jika kita tidak segera bertindak."

Kesepakatan pada KTT Kopenhagen tahun lalu mengakui perlunya membatasi peningkatan suhu dunia tidak lebih dari 2 Celcius diatas tingkat sebelum zaman industri.

Dalam sebuah kesepakatan yang tidak mengikat, negara-negara kaya berjanji memberikan $100 milyar per tahun pada tahun 2020 untuk membantu negara miskin mengatasi pengaruh perubahan iklim.