Aktivis flotilla Spanyol gugat Netanyahu

Dua aktivis Spanyol dan seorang wartawan yang ditangkap dalam penyerbuan armada kapal bantuan kemanusiaan bagi Gaza oleh militer Israel mengajukan gugatan di pengadilan terhadap perdana menteri Israel.
Ketiga warga Spanyol itu menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, enam menteri kabinet, dan komandan angkatan laut negara itu melakukan penahanan secara ilegal, penyiksaan, dan deportasi.
Laura Arau, Manuel Tapial, dan David Segarra, yang berada di atas kapal Mavi Marmara mengatakan dalam dokumen gugatan bahwa mereka ditangkap secara ilegal di perairan internasional oleh pasukan Israel, disiksa dan dideportasi secara paksa ke Turki.
Mereka mengklaim tindakan itu melanggar hukum internasional.
Pengadilan Spanyol masih harus memutuskan apakah gugatan itu bisa diterima.
Tim penyelidik PBB
Sementara itu PBB telah membentuk satu tim ahli untuk menyelidiki penyerbuan itu.

Dewan HAM PBB menunjuk tiga ahli independen untuk menyelidiki apakah penyerbuan melanggar hukum internasional, setelah forum dewan yang beranggotakan 47 negara itu bulan lalu memilih untuk melakukan penyelidikan atas insiden itu.
Israel melakukan penyelidikan sendiri, namun banyak kalangan yang mengatakan penyelidikan itu tidak akan netral.
Sebelumnya Israel mengumumkan pihaknya akan mengembalikan tiga kapal Turki yang dirampas dalam operasi penyerbuan tanggal 31 Mei.
Sembilan aktivis Turki meninggal dunia ketika pasukan marinir Israel menyerang flotilla atau armada kapal itu, yang memicu kemarahan masyarakat internasional.
Konvoi kapal pro-Palestina tersebut sedang mengangkut 10.000 ton bantuan kemanusiaan bagi Gaza dalam upaya untuk menerobos blokade Israel terhadap Gaza.









