Kebakaran tewaskan 100 di Dhaka

Kebakaran di kawasan padat penduduk di ibukota Bangladesh, Dhaka menewaskan lebih dari 100 orang.
Api mulai berkobar setelah sebuah trafo listrik meledak, dan si jago merah kemudian melalap blok perkampungan dan toko.
Pemadam kebakaran mengatakan mereka kini telah berhasil mengendalikan kobaran api di distrik Nimtoli tersebut.
Meski kebakaran kerap terjadi di Dhaka, para pengamat mengatakan kebakaran di ibukota Bangladesh kali ini menelan korban jiwa terbanyak dalam beberapa tahun.
Nimtoli sangat padat dengan bangunan, sedangkan jalan-jalan di sana sempit. Kondisi ini mempersulit pasukan pemadam kebakaran masuk ke kawasan tersebut.
Paling padat

Wartawan BBC Mark Dummett di Dhaka mengatakan kota tersebut merupakan kota paling padat penduduk di dunia. Nimtoli sendiri distrik paling sesak di Dhaka.
Dia menambahkan banyak orang tinggal di gedung bertingkat yang dibangun serampangan tanpa fasilitas keselamatan.
Kepala PMK Abu Nayeem mengatakan api kebakaran melahap tujuh bangunan.
Imrul Hasan, dokter di bagian luka bakar pada Dhaka Medical College Hospital (DMCH), mengatakan kepada BBC bahwa dia sendiri menghitung 45 mayat ditempatkan di jalan tak jauh dari lokasi kebakaran, hanya 200m dari rumah sakit tersebut.
Sebagian korban mengalami luka bakar ringan dan penyebab kematian sebagian besar korban tampaknya adalah asap, katanya.
Gambar televisi memperlihatkan pemadam kebakaran dan warga menusung korban terluka dengan becak ke rumah sakit.









