Orang terkaya Cina diadili

A tycoon who only recently topped China's rich list has gone on trial on charges of insider trading and bribery. Huang Guangyu - the founder of China's second largest chain of electronics stores - has been in detention since January last year. Huang Guangyu built a billion dollar business from almost nothing, after dropping out of school and starting a market stall nearly 30 years ago. His business grew into a chain of more than 1,300 stores across China. The BBC's Chris Hogg in Shanghai says canny investments in property helped Mr Huang build a fortune estimated to be between $2.7bn (£1.72bn) and $6.3bn at the time of his arrest. Too rich? In 2008 he topped the Hurun Report's China rich list. A few months later he was arrested. The 40-year-old has been in detention ever since, charged with illegal business practices, insider trading and bribery, the official Xinhua news agency quoted a court statement as saying. He is suspected of manipulating share trading for two listed companies - Sanlian Commercial Co and Beijing Centergate Technologies Co, Xinhua reported. His wife, Lisa Du Juan, and the former chairman of a Huang-controlled property developing company, Xu Zhongmin, are also on trial with him in Beijing. According to state media reports, government officials and police have also been implicated in the case. Gome Appliances Co, a mainland subsidiary of the firm Mr Huang founded, is also accused of corporate bribery. He stepped down as Gome's chairman last year, but is still its largest shareholder. The trial, which is not open to the media, is expected to last three days. Our correspondent says it will be watched closely by the business community in Beijing. The case will be the highest profile yet involving an entrepreneur in China. Opinion polls in the state controlled media suggest many Chinese are suspicious of those who have made a great deal of money during China's economic reforms, believing them to be corrupt.
Keterangan gambar, Huang Guanyu melakukan investasi lihai di bidang properti

Seorang konglomerat paling kaya Cina mulai diadili dengan dakwaan melakukan suap dan mendapat informasi dalam di pasar saham.

Huang Guangyu -pendiri toko elektronik terbesar kedua di Cina- ditahan sejak bulan Januari tahun lalu.

Dia membangun bisnis bernilai miliaran dolar dari bawah setelah berhenti sekolah dan memulainya dengan membuka toko kecil 30 tahun lalu.

Usahanya berkembang menjadi satu jaringan toko elektronik berjumlah lebih dari 1.300 di seluruh wilayah Cina.

Wartawan BBC mengatakan investasi lihai di bidang properti membuat Huang Guanyu berhasil mengumpulkan kekayaan yang diperkirakan bernilai antara US$2,7 dan $6,3 miliar dolar saat dia ditangkap.

Terlalu kaya

Tahun 2008 dia berhasil menempati urutan pertama daftar orang kaya di Cina versi Laporan Hurun. Beberapa bulan kemudian dia ditangkap.

Kantor berita Xinhua mengutik pernyataan pengadilan yang menyebut pengusaha berusia 40 tahun ini dikenai dakwaan melakukan praktek bisnis ilegal, mendapat informasi dalam di pasar saham dan melakukan penyuapan.

Huang Guanyu diduga memanipulasi perdagangan saham dua perusahaan terbuka -Sanlian Comeercial Co dan Beijing Centergate Technologies Co.

Isterinya, Lisa Du Juan dan mantan pimpinan perusahaan properti miliknya, Xu Zhongmin, juga menjadi terdakwa dalam kasus yang digelar di pengadilan Beijing itu.

Menurut laporan media pemerintah, pejabat pemerintah dan polisi juga tersangkut dalam kasus tersebut.

Gome Appliances Co, anak perusahaan yang didirikan Huang Guanyu di Cina, juga dituduh menyuap.

Tahun lalu dia mundur dari jabatan sebagai pimpinan Gome, namun masih menjadi pemegang saham terbesar.

Pengadilan tertutup bagi media ini dijadwalkan berjalan tiga hari dan wartawan BBC menyebut persidangan ini akan diamati oleh masyarakat bisnis di Beijing.

Ini adalah kasus pertama yang melibatkan seorang pengusaha besar di Cina.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh media pemerintah menunjukkan bahwa warga Cina curiga dengan mereka yang menjadi kaya karena reformasi ekonomi Cina dan yakin mereka melakukan korupsi.