Venezuela genap 200 tahun

Venezuela tengah merayakan ulangtahun ke-200 berdirinya negara Amerika Latin tersebut.
Tentara dan berbagai kelompok warga dari seluruh Venezuela mengikuti parade di ibukota, Karakas.
Sejumlah tokoh sekutu Presiden Hugo Chavez dari luar negeri, termasuk Presiden Raul Castro dari Kuba dan Presiden Evo Morales dari Bolivia.
Chavez mengatakan kebijakan sosialis yang dia gulirkan bagian dari perjuangan yang dulu digerakkan oleh pahlawan kemerdekaan Simon Bolivar.
Menjelang ulangtahun ke-200 kemerdekaan negaranya dari Spanyol, Chavez menyerukan perayaan gabungan sipil dan militer di kawasan Avenue of the Independence Heroes.
Massa ribuan pendukungnya berbondong-bondong ikut. Mereka diangkut dengan bis dari Karakas dari seluruh Venezuela.
Barisan warga dari berbagai lapisan masyarakat berbaris di depan pemimpin berhaluan sosialis itu, termasuk atlet Olimpiade Venezuela, warga keturunan Afro-Karibia dan warga asli.
Pasukan militer juga hadir, termasuk dengan pesawat tempur F-16 melakukan terbang rendah melintasi parade.
Sependapat

Saat membuka perayaan, Presiden Chavez mengatakan revolusi sosialisnya ''bagian dari pertarungan yang sama seperti perjuangan Simon Bolivar''.
Banyak pendukungnya menyatakan sependapat.
"Saya sependapat sepenuhnya - ini impian pembebas kami, Simon Bolivar, bahwa kami menciptakan persatuan Amerika Latin - satu negara, satu bangsa," kata seorang pria.
Seorang peserta perayaan lain menyinggung soal "perjuangan perlawanan ".
''Warga pribumi di parade, misal, berperang melawan dekulturalisasi - setelah pemaksaan budaya yang kami tidak kehendaki,'' kata dia.
Namun, para lawan politik Chavez tetap bersikap skeptis.
Bagi mereka pameran kekuatan militer dan sipil bersenjata adalah demonstrasi betapa radikal dan terpecah bela Venezuela di bawah kekuasan Chavez.
Mereka tidak ikut merasakan sentimen bahwa ulang tahun ke-200 adalah alasan untuk perayaan seperti yang dikehendaki Chavez. Menurut mereka, Chavez menggunakan kenangan akan Bolivar untuk kepentingannya sendiri.
Namun, terlepas dari apakah orang Venezuela sependapat dengan dia atau tidak, Chavev pasti akan senang dengan ungkapan kebanggaan nasional beberapa bulan menjelang pemilihan yang penting.









