AS Rusia dukung traktat nuklir

Obama Medvedev
Keterangan gambar, Traktat START baru ditandatangani di Praha, Ceko

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani traktat senjata nuklir bersejarah di ibu kota Ceko, Praha.

Traktat tersebut menyatakan kedua bekas musuh Perang Dingin ini berjanji mengurangi penempatan jumlah hulu ledak strategis menjadi 1.550 atau 30% lebih sedikit dibandingkan batasan sebelumnya.

Presiden Obama mengatakan ini adalah suatu tonggak penting tetapi baru sebatas "langkah pertama sebuah perjalanan panjang" perlucutan senjata nuklir.

Presiden Medvedev mengatakan kesepakatan ini akan menciptakan keadaan yang lebih aman di dunia.

Jika parlemen kedua negara meratifikasinya maka perjanjian ini akan menggantikan Traktat Pengurangan Senjata Strategis (START) tahun 1991, yang akan berakhir pada bulan Desember.

Pertahanan peluru kendali

Pemimpin Amerika dan Rusia menandatangani traktat START baru pada sebuah upacara yang dihadiri ratusan pejabat di Aula Spanyol Istana Praha.

Berdasarkan pakta ini, masing-masing pihak diizinkan memiliki 1.550 hulu ledak, sekitar 30% lebih rendah dibandingkan angka 2.200 yang masing-masing negara harus capai pada 2012 berdasarkan Traktat Pengurangan Penyerangan Strategis (SORT) tahun 2002.

Mereka juga diizinkan menempatkan 700 peluru kendali balistik antarbenua, peluru kendali balistik kapal selam, dan pembom senjata nuklir.

Batasan baru sistem pengiriman adalah kurang setengah batasan saat ini sebesar 1.600, meskipun masing-masing pembom besar sama dengan satu hulu ledak karena alat ini mampu membawa sejumlah bom dan peluru kendali.