AS & Rusia sepakat soal nuklir

Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyepakati traktat baru untuk mengurangi senjata nuklir setelah mengadakan perundingan selama berbulan-bulan.
Traktat itu membatasi kedua belah pihak agar hanya memiliki 1.550 hulu ledak, berkurang sekitar 30% dari yang dibolehkan saat ini, demikian pengumuman Gedung Putih.
Kesepakatan ini menggantikan Traktat Pengurangan Senjata Strategis tahun 1991.
Kedua pemimpin akan menandatangani traktat itu di Praha tanggal 8 April.
Presiden Obama memuji traktat tersebut sebagai kesepakatan pengendalian senjata yang paling menyeluruh dalam dua dasawarsa terakhir.
Tekad kuat
"Dengan kesepakatan ini Amerika dan Rusia, dua kekuatan nuklir terbesar di dunia, juga mengirim pesan jelas bahwa kami bertekad untuk memimpin," kata Presiden Obama di Gedung Putih.
"Dengan menjalankan komitmen kami berdasarkan Traktat Non-Proliferasi Nuklir, kami memperkuat upaya global untuk menghentikan penyebaran senjata-senjata ini, dan untuk memastikan bahwa negara-negara lain juga memenuhi tanggung jawab mereka," katanya.
Traktat itu harus diratifikasi oleh Senat Amerika dan parlemen Rusia, Duma.
Kedua negara telah sepakat untuk mengurangi persediaan senajta tahun lalu, tetapi perbedaan terkait verifikasi menghambat disetujuinya kesepakatan.
Amerika saat ini diyakini memiliki 2.000 senjata nuklir strategis, sementara Rusia diperkirakan memiliki lebih dari 2.500 unit.









