Hubungan AS Israel tegang

Penasehat dekat Presiden Barack Obama menyebut rencana Israel membangun 1.600 rumah bagi warga Yahudi di Yerusalem Timur "merusak".
David Axelrod mengatakan langkah yang membayangi kunjungan wakil presiden Amerika Joe Biden ini sebagai "serangan" terhadap Amerika Serikat.
Perdana menteri Israel mencoba mengecilkan perselisihan diplomatik keras yang jarang terjadi antara kedua sekutu ini.
Minggu lalu Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengeluarkan kecaman serupa.
Clinton mengatakan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui telepon bahwa langkah Israel itu "sangat negatif" bagi hubungan AS-Israel.
'Serangan'
Israel berencana membangun perumahan baru itu di wilayah Ramat Shlomo di Yerusalem Timur.
Masyarakat internasional menganggap Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menegaskan bahwa pembangunan Israel di wilayah itu melanggar hukum internasional.
Namun Israel menganggap wilayah yang dicaploknya pada tahun 1967 itu sebagai bagian dari wilayah negara.
"Ini satu serangan, satu penghinaan tetapi yang lebih penting lagi keputusan itu mengancam upaya menciptakan perdamaian di wilayah yang memang sudah sangat rentan," ujar David Axelrod, salah satu penasehat terdekat Presiden Obama kepada stasiun televisi NBC.
"Kita baru saja memulai proses mediasi perundingan, berupa diplomasi ulak alik antara Palestina dan Israel. Kemudian muncul pengumuman seperti ini yang sangat merusak." ujarnya.
Dalam pertemuan kabinet hari Minggu (14/03), Netanyahu memulai dengan mengemukakan survey soal liputan media atas perselisihan dengan Amerika Serikat.
"Saya berpandangan untuk tidak terbawa dan tetap tenang," ujarnya. "Kami tahu mengatasi situasi seperti ini dengan tenang, bertanggungjawab dan serius."
Dia kemudian mengakui bahwa pengumuman pembangunan proyek saat kunjungan wakil presiden Amerika Serikat bersifat menyerang, tetapi hal itu tidak disengaja.
Netanyahu kini membentuk satu komite yang terdiri dari para pejabat senior untuk mempelajari pengumuman sejenis itu.
Namun wartawan BBC di Yerusalem mengatakan bahwa pihak Amerika tidak percaya bahwa pengumuman itu semata-mata akibat masalah birokratis.
Wartawan BBC menjelaskan bahwa waktu yang tidak tepat untuk mengumumkan rencana itu membuat Netanyahu bisa memperkuat koalisi sayap kanannya.
Namun israel memerlukan Amerika untuk mengatasi masalah program nuklir Iran -dan ini satu topik yang diakui oleh Netanyahu sebagai yang paling penting dari pada persoalan lain yang dihadapi negara itu.
Hampir 500 ribu warga Yahudi tinggal di lebih dari 100 pemukiman yang dibangun sejak Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1967.
Sesuai peraturan hukum internasional mereka adalah warga ilegal namun Israel menolak tudingan itu.
Penengah empat serangkat untuk perdamaian di Timur Tengah - Rusia, Amerika, Uni Eropa dan PBB- juga mengecam pengumuman Israel untuk membuat pemukiman Yahudi itu dan menegaskan akan mengkaji situasinya dalam pertemuan tingkat menteri yang akan diadakan tanggal 19 Maret di Moskow.










