Australia siaga kebakaran hutan

Pihak berwenang di Australia mengeluarkan peringatan siaga "bencana" kebakaran untuk pertama kali setelah terjadi gelombang panas di bagian selatan negara itu.
Peringatan tingkat bencana, yang meminta warga untuk mengungsi, ini dikeluarkan setelah kebakaran hutan di negara bagian Victoria awal tahun ini menewaskan 173 orang.
Peringatan ini mengganti kebijakan sebelumnya yang mengijinkan warga tetap tinggal di rumah mereka, dan memerangi sendiri kebakaran.
Kebanyakan korban dalam insiden di negara bagian Victoria itu tewas ketika berusaha menyelamatkan rumah mereka dari api.
Peringatan Kode Merah dikeluarkan di Australia Selatan setelah ramalan cuaca memperkirakan suhu di daerah tersebut bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Suhu yang begitu panasn pada bulan November adalah hal yang tidak biasa di negara bagian tersebut dan suhu menyengat dalam beberapa hari terakhir menyebabkannya rentan terbakar.
Ujian musim panas
Para warga didesak untuk meninggalkan rumah mereka karena tingginya kemungkinan kebakaran dan korban tewas, walaupun mereka tidak bisa dipaksa untuk mengungsi.
"Guna memastikan keselamatan anda, anda harus meninggalkanrumah anda, malam ini atau besok pagi, jauh sebelum kebakaran terjadi," demikian bunyi pernyataan dari Dinas Kebakaran.
Ditambahkan, kebakaran di daerah North West Pastoral dan Flinders akan sulit untuk dipadamkan.
"Dalam beberapa hari mendatang, kita akan melihat suhu tinggi, tingkat kelembaban yang rendah, dan angin yang kencang," kata Kepala Dinas Kebakaran Australia Euan Ferguson.
"Ini batu ujian pertama di musim panas sekarang ini."
Penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang Australia menyimpulkan bahwa 113 orang yang tewas dalam kebakaran bulan Februari lalu bernasib naas saat mereka berlindung di dalam rumah.
Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Sabtu Hitam, hari dimana kebakaran menghancurkan 2000 bangunan di 78 daerah.









