Gempa guncang China, lebih dari 100 orang tewas di wilayah Barat Laut
Setidaknya 116 orang tewas dan 220 lainnya mengalami luka-luka menyusul gempa pada Senin (18/12) malam di kawasan Barat Laut China, demikian laporan media pemerintah.
Otoritas China mengatakan gempa berkekuatan 6,2 itu mengguncang Provinsi Gansu sekitar tengah malam dan juga terasa di wilayah Qinghai yang ada di sebelahnya.
Ribuan anggota tim SAR melawan kondisi cuaca dingin yang ekstrem, demi membantu menyelamatkan para korban di dataran yang tinggi.

Sumber gambar, Getty Images
Gempa yang kedua kemudian mengguncang wilayah tetangganya, Xinjiang, beberapa jam kemudian pada Selasa.
Kerusakan akibat gempa berkekuatan 5.5 magnitudo ini belum diketahui secara persis
Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan upaya penyelamatan ke Gansu, salah satu wilayah termiskin di China.
Kabupaten Jishishan agaknya menjadi daerah yang paling parah terkena dampak gempa.

Sumber gambar, CHINA DAILY/REUTERS
Gansu terletak di antara dataran tinggi Tibet dan Loess serta berbatasan dengan Mongolia.
Gempa Senin malam melanda Prefektur Otonomi Linxia Hui, satu wilayah administratif bagi masyarakat Muslim Hui di China.
Pihak berwenang China mengatakan gempa tersebut berkekuatan 6,2 skala richter, sedangkan Survei Geologi AS (USGS) mencatat kekuatan gempa sebesar 5,9 dengan kedalaman 10km.
Baca juga:
Sekitar 10 gempa susulan telah terjadi, demikian laporan pemerintah setempat.
Rekaman video memperlihatkan banyak rumah sakit menerima pasien-pasien, dan para penyelamat menelusuri robohan gedung-gedung yang beruntuhan.
Puing-puing juga terlihat di lantai-lantai dari berbagai ruangan yang sebagian langit-langitnya bobrok.

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah telah mengerahkan tim penyelamat untuk membantu tim penyelamat darurat setempat.
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Xi mengatakan, "semua upaya harus dilakukan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan, merawat korban luka pada waktu yang tepat, dan meminimalkan korban jiwa".
Pada Selasa, pemerintah daerah di wilayah Jishishan Gansu menggelar konferensi pers dan mengatakan 105 orang meninggal di Gansu dan 96 lainnya terluka.
Sebelas orang lainnya tewas dan 124 orang terluka di Qinghai, kantor berita milik pemerintah China, Xinhua, mengabarkan.
Baca juga:
Otoritas setempat menghimbau publik untuk tidak mendekati lokasi kejadian, dan agar mereka mengosongkan jalan untuk memberi ruang bagi regu-regu penyelamat.
Persediaan listrik dan air bersih juga terganggu di kawasan tersebut, sehingga menghambat jalannya misi penyelamatan.
China ada di wilayah yang menjadi tempat pertemuan kepingan-kepingan tektonik - terutama plat-plat Eurasia, India, dan Pasifik, sehingga menjadi rawan gempa.
September silam, lebih dari 60 orang meregang nyawa ketika gempa berskala 6,6 menghajar provinsi Sichuan di barat daya China.
Gempa Gansu pada 1920, yang menewaskan sedikitnya 200,000 orang, juga tercatat dalam sejarah sebagai salah satu gempa paling mematikan di dunia pada abad 20.
Berita ini akan terus diperbarui.














