Bekas zona pertumpahan darah Korea Utara dan Selatan yang menjelma jadi cagar alam, dalam gambar

    • Penulis, Kelly Ng
    • Peranan, BBC News

Tempat ini dulunya menjadi titik konflik bersenjata berdarah antara Korea Selatan dan Korea Utara, namun kini tempat yang sama secara tak terduga telah menjadi cagar alam.

Dataran yang luas, tanaman hijau yang tumbuh subur, dan spesies flora dan fauna langkah tumbuh subur di zona demiliterisasi semenanjung Korea (DMZ).

Pemandangan 360 derajat dan kehidupan di dalam garis kontrol sipil - area penyangga di luar DMZ di mana aktivitas sipil dibatasi - untuk pertama kalinya telah bisa diakses melalui Google Street View.

Gambar-gambar ini merupakan bagian dari proyek Google yang menandai 70 tahun sejak gencatan senjata tahun 1953 yang membuat Korea Utara dan Korea Selatan mundur dari DMZ. Proyek ini diluncurkan lewat kerja sama dengan sembilan lembaga budaya yang berbasis di Korea Selatan.

Sungai Hantan mengalir melalui provinsi Gangwon dan Gyeonggi di Korea Selatan

Sumber gambar, Google Arts & Culture

Keterangan gambar, Sungai Hantan mengalir melalui provinsi Gangwon dan Gyeonggi di Korea Selatan
Yongneup, tegalan tinggi di kawasan perbatasan DMZ, adalah surga bagi tanaman lahan basah

Sumber gambar, Google Arts & Culture

Keterangan gambar, Yongneup, tegalan tinggi di kawasan perbatasan DMZ, adalah surga bagi tanaman lahan basah

Perjalanan bebas antara kedua negara Korea tidak lagi mungkin dilakukan setelah militer menarik garis demarkasi pada 27 Juli 1953.

DMZ melintasi bagian tengah Semenanjung Korea dengan lebar 4 kilometer, masing-masing sekitar 2 kilometer di wilayah utara dan selatan.

Dengan luas 907 kilometer persegi, DMZ berukuran sekitar 1,5 kali lebih luas dibandingkan Seoul dan hampir dua kali lipat luas Kota New York.

Tempat-tempat yang berada di luar garis kendali sipil tidak terbuka untuk wisatawan perorangan, namun tempat ini bisa dikunjungi dengan agen perjalanan yang disetujui. Korea Selatan juga telah membuka jalur pendakian di kawasan tersebut.

Elang emas yang terancam punah

Sumber gambar, Google Arts & Culture/National Institute of Ecolog

Keterangan gambar, Elang emas yang terancam punah
Kambing gunung

Sumber gambar, Google Arts & Culture/National Institute of Ecolog

Keterangan gambar, Kambing gunung

Menurut Institut Ekologi Nasional Korea Selatan, hampir 6.200 spesies satwa liar kini tinggal di DMZ.

Secara khusus, 38% spesies terancam punah di Semenanjung Korea juga hidup di zona tersebut.

Spesies yang dimaksud antara lain elang emas, rusa kesturi, dan kambing gunung. Jepretan-jepretan yang ditangkap oleh kamera tak berawak ini memberi harapan soal masa depan spesies ini.

Wilford swertia, tanaman herbal dengan bunga ungu

Sumber gambar, Google Arts & Culture/DMZ Botanic Garden

Keterangan gambar, Wilford swertia, tanaman herbal dengan bunga ungu

Selama bertahun-tahun, para peneliti di Kebun Raya DMZ telah melakukan survei di sepanjang pagar kawat berduri di zona tersebut. DMZ juga disebut sebagai rumah bagi ratusan spesies tumbuhan yang hanya ditemukan di Semenanjung Korea.

Peringatan ranjau darat di Yanggu, wilayah yang berbatasan dengan DMZ

Sumber gambar, Google Arts & Culture/DMZ Botanic Garden

Keterangan gambar, Peringatan ranjau darat di Yanggu, wilayah yang berbatasan dengan DMZ

Terlepas dari kehidupan yang tergambar di kawasan ini, jejak-jejak rasa sakit dan pertumpahan darah tetap terlihat di DMZ, seperti pagar kawat berduri, peringatan ranjau darat, dan sisa-sisa rumah yang rusak.

Lagi pula, perang belum berakhir secara resmi dan kedua Korea masih terbagi hingga hari ini.