Pelosi tinggalkan Taiwan di tengah kemarahan China yang menyebut AS seperti 'bermain api' dan 'harus siap tanggung akibatnya'

Pelosi mengadakan pertemuan dengan Presiden Tsai.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pelosi mengadakan pertemuan dengan Presiden Tsai.
Waktu membaca: 7 menit

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi telah meninggalkan Taiwan setelah kunjungan singkat namun kontroversial.

Kunjungan ke Taiwan yang merupakan bagian dari lawatan ke Asia memicu kemarahan Beijing setelah ia tidak mengindahkan peringatan untuk tidak bertolak ke kepulauan itu.

Pelosi mengatakan kunjungannya "menghormati komitmen tak tergoyahkan Amerika untuk mendukung demokrasi Taiwan" dan tidak bertentangan dengan kebijakan AS.

Sebagai respons atas kunjungan Pelosi, Beijing mengumumkan lima hari latihan militer yang "adil dan perlu", mulai hari Kamis (04/08).

Baca juga:

Dalam satu pernyataan yang dikeluarkan Rabu (03/08), Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan "siapa yang bermain api tak akan berakhir bagus dan siapa yang menyinggung China akan dihukum."

"Amerika Serikat melanggar kedaulatan China dengan kedok apa yang disebut demokrasi," tambahnya.

Sebelumnya kementerian luar negeri China mengeluarkan pernyataan senada dan menyebut "Mereka yang bermain api akan binasa dan siap menanggung akibatnya."

Saat pesawat yang mengantar Pelosi mendarat, Selasa (02/08), media pemerintah China melaporkan bahwa jet militer China tengah melintasi selat Taiwan.

Keterangan video, Nancy Pelosi ketika mendarat di Taiwan, kunjungan pejabat tinggi AS pertama dalam puluhan tahun.

Taiwan membantah laporan tersebut itu, tapi belakangan mengatakan lebih dari 20 pesawat militer China memasuki zona pertahanan udara mereka.

China, yang melihat Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan pada suatu hari nanti akan bersatu kembali, telah memperingatkan bahwa angkatan bersenjatanya "tidak akan berpangku tangan".

China persiapkan latihan militer

Taiwan mengatakan 27 pesawat tempur China telah memasuki zona pertahanan udaranya. Pada hari Rabu (03/08), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan telah mengerahkan jet untuk memperingatkan mereka.

China menyebut latihan militer akan berlangsung di beberapa jalur air tersibuk di dunia dan akan meliputi "penembakan amunisi jarak jauh betulan".

Taiwan telah meminta kapal-kapal untuk menemukan rute alternatif demi menghindari latihan militer China dan bernegosiasi dengan negara tetangga Jepang dan Filipina untuk menemukan rute penerbangan alternatif.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan negaranya menghadapi "ancaman militer yang sengaja ditingkatkan".

Latihan militer China

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, China sangat ingin menonjolkan latihan militernya di sekitar Taiwan.

Dalam upaya menenangkan situasi, para menteri luar negeri dari negara-negara G7 - Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS - merilis pernyataan bersama yang mengatakan eskalasi China berisiko menghancurkan kawasan itu.

"Tidak ada pembenaran untuk menggunakan kunjungan sebagai dalih untuk aktivitas militer yang agresif di Selat Taiwan.

Adalah suatu hal yang normal dan rutin bagi legislator dari negara kami untuk melakukan perjalanan internasional," kata pernyataan itu.

Situasi ini mengikuti eskalasi ketegangan selama berhari-hari menjelang kunjungan Pelosi tersebut. Pesawat tempur China telah menjelajah sejauh garis median, garis tak resmi yang memisahkan China dan Taiwan di perairan di antara mereka.

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan

Dalam pernyataannya, Pelosi mengatakan: "Solidaritas Amerika dengan 23 juta rakyat Taiwan lebih penting saat ini dibandingkan sebelumnya, saat dunia menghadapi pilihan antara otokrasi dan demokrasi."

Dan dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Washington Post pada waktu yang sama, Pelosi juga menulis bahwa "demokrasi [Taiwan] yang kuat... sedang dalam bahaya".

"Menghadapi agresi Partai Komunis China (CCP) yang semakin cepat, kunjungan delegasi kongres kami sepatutnya dipandang sebagai pernyataan tegas bahwa Amerika berdiri bersama Taiwan, mitra demokratis kami, saat Taiwan membela diri dan kebebasannya," ujarnya.

Setelah kedatangan Pelosi, Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan bahwa kunjungan itu konsisten dengan kebijakan AS terhadap China yang selama ini berlaku dan tidak melanggar kedaulatan negara tersebut.

"Tidak ada alasan bagi kunjungan ini untuk menjadi peristiwa yang memicu krisis atau konflik," ujarnya.

Warga Taiwan yang mendukung kunjungan Pelosi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warga Taiwan yang mendukung kunjungan Pelosi melakukan unjuk rasa Selasa (02/08).

Kendati kunjungan Pelosi telah menjadi bahan spekulasi internasional yang luas selama berhari-hari, rencana kunjungan tersebut diselimuti kerahasiaan hingga menit-menit terakhir.

Ketika ia memulai tur ke Asia pada hari Minggu (03/08), Taiwan tidak disebutkan dalam rencana perjalanan resminya, yang meliputi Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang.

Gedung Putih sudah terang-terangan menyuarakan penentangannya terhadap perjalanan semacam itu, dan Presiden Joe Biden mengatakan militer menilainya sebagai "bukan ide bagus".

Tetapi setelah Pelosi mendarat, John Kirby mengatakan kepada CNN bahwa kunjungan ini mirip dengan perjalanan sebelumnya oleh pejabat lain.

"Tidak ada alasan untuk mengubah kunjungan ini menjadi konflik. Tidak ada perubahan pada kebijakan kami. Ini benar-benar konsisten dengan kebijakan tersebut."

Menanggapi reaksi keras dari China, dia mengatakan, "Amerika Serikat tidak akan terintimidasi oleh ancaman."

China memberikan tekanan internasional pada negara-negara lain untuk menerima prinsip "Satu China" - bahwa hanya ada satu negara China, yang berbasis di Beijing. Hanya ada 15 negara di dunia yang menjalin hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.

Kebijakan AS sejak lama mengakui pemerintahan Beijing, tapi juga mempertahankan hubungan "tidak resmi yang kuat" dengan Taiwan. Itu termasuk menjual senjata kepada Taiwan untuk kepentingan pertahanan.

Pelosi dalam kunjungan di Malaysia

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Nancy Pelosi sudah lama menjadi pengkritik Beijing yang vokal.

Pelosi sejak lama sudauh menjadi pengkritik Beijing. Sebagai anggota Kongres pada tahun 1991, dia mengunjungi lokasi demonstrasi di Alun-Alun Tiananmen. Kunjungan itu berlangsung dua tahun setelah pemerintah China menindak keras para pengunjuk rasa di lokasi itu.

Di Tiananmen, kala itu, Pelosi membentangkan spanduk untuk mengenang para demonstran yang tewas. Ini memicu kemarahan pemerintah China.

Pekan ini, Pelosi diperkirakan akan menginap di Taiwan dan bertemu dengan sejumlah anggota legislatif serta Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying, mengatakan China telah berkomunikasi dengan AS terkait sensitifnya kunjungan itu.

"AS akan menanggung tanggung jawab dan membayar imbalan karena merusak kepentingan kedaulatan dan keamanan China," katanya.

Ketegangan juga meningkat awal tahun ini

Awal tahun ini, hubungan antara China dan Taiwan juga semakin panas. Tahun lalu, jumlah pesawat tempur China yang dikirim ke zona pertahanan udara Taiwan menembus rekor.

Inti dari konflik ini adalah masalah reunifikasi.

Presiden China Xi Jinping awal tahun ini mengatakan "penyatuan kembali" dengan Taiwan " harus dipenuhi" - dan tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mencapai hal ini.

China melihat Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai "provinsi yang memisahkan diri" di mana pada akhirnya akan menjadi bagian dari China lagi.

Namun, Taiwan melihat dirinya sebagai "negara merdeka", dengan konstitusinya sendiri dan para pemimpin yang dipilih secara demokratis.

Di mana Taiwan?

Gambar tentara Taiwan

Taiwan adalah sebuah pulau, kira-kira 160 km dari pantai tenggara China.

Taiwan berada di apa yang disebut "rantai pulau pertama", yang masuk daftar wilayah sahabat Amerika Serikat yang penting bagi kebijakan luar negeri AS.

Peta Cina dan Taiwan dengan negara tetangga

Beberapa pakar militer dari Barat menganalisis, jika China mengambil alih Taiwan maka akan lebih bebas untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan Pasifik barat dan bahkan mungkin mengancam pangkalan militer AS terluar di Guam dan Hawaii.

Tetapi China bersikeras bahwa niatnya murni damai.

Mengapa Taiwan terpisah dari China?

Perpecahan antara keduanya terjadi setelah Perang Dunia Kedua, ketika ada pertempuran di daratan China antara pasukan pemerintah nasionalis dan Partai Komunis China.

Komunis menang pada tahun 1949, dan pemimpin mereka, Mao Zedong, mengambil kendali di Beijing.

Sementara itu, partai nasionalis - yang dikenal sebagai Kuomintang - melarikan diri ke Taiwan di dekatnya.

Chiang Kai-shek melarikan diri ke Taiwan setelah dikalahkan oleh komunis pada tahun 1949

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Chiang Kai-shek memimpin Kuomintang setelah melarikan diri ke Taiwan

Kuomintang telah menjadi salah satu partai politik paling terkemuka di Taiwan sejak itu - memerintah pulau itu untuk sebagian besar sejarahnya.

Saat ini, hanya 13 negara (ditambah Vatikan) yang mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.

China memberikan tekanan diplomatik yang cukup besar pada negara-negara lain untuk tidak mengakui Taiwan, atau untuk melakukan apa pun yang menyiratkan pengakuan.

Menteri pertahanan Taiwan mengatakan hubungan dengan China saat ini adalah yang terburuk selama 40 tahun.

Bisakah Taiwan membela diri?

China dapat mencoba untuk mewujudkan reunifikasi dengan cara non-militer seperti memperkuat hubungan ekonomi.

Namun dalam konfrontasi militer apa pun, angkatan bersenjata China akan mengerdilkan angkatan bersenjata Taiwan.

Gambar tentara Cina

China membelanjakan lebih dari negara mana pun kecuali AS untuk pertahanan dan dapat mengerahkan sejumlah besar kemampuan, mulai dari kekuatan angkatan laut, teknologi rudal, pesawat terbang, hingga serangan dunia maya.

Sebagian besar kekuatan militer China difokuskan di tempat lain tetapi, dalam hal keseluruhan personel tugas aktif misalnya, ada ketidakseimbangan besar antara kedua belah pihak.

China, militer

Dalam konflik terbuka, beberapa pakar Barat memperkirakan bahwa upaya terbaik yang dapat dilakukan Taiwan adalah memperlambat serangan China.

Caranya dengan mencegah pendaratan pantai oleh pasukan amfibi China, dan melancarkan serangan gerilya sambil menunggu bantuan dari luar.

Bantuan itu bisa datang dari AS yang menjual senjata ke Taiwan, meskipun Washington memiliki kebijakan formal "ambiguitas strategis".

Dengan kata lain, AS tidak memiliki posisi jelas, apakah atau bagaimana akan membela Taiwan jika terjadi serangan.

Secara diplomatis, AS saat ini berpegang pada kebijakan "Satu-China", yang hanya mengakui satu pemerintah China - di Beijing - dan memiliki hubungan formal dengan China daripada Taiwan.

Apakah situasinya semakin buruk?

Pada tahun 2021, China tampaknya meningkatkan tekanan dengan mengirim pesawat militer ke Zona Pertahanan Udara Taiwan, sebuah area yang dideklarasikan sendiri di mana pesawat asing diidentifikasi, dipantau, dan dikendalikan untuk kepentingan keamanan nasional.

Taiwan membuat data tentang serangan pesawat ke publik pada tahun 2020.

Jumlah pesawat yang masuk dilaporkan mencapai puncaknya pada Oktober 2021, dengan 56 serangan dalam satu hari.

China, militer

Mengapa Taiwan penting bagi seluruh dunia?

Ekonomi Taiwan sangat penting.

Sebagian besar peralatan elektronik sehari-hari di dunia - mulai dari ponsel hingga laptop, jam tangan, dan konsol game - ditenagai oleh chip komputer buatan Taiwan.

Sebagai perbandingan, satu perusahaan Taiwan - Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan atau TSMC - memiliki lebih dari setengah pasar dunia.

China

TSMC disebut sebagai "foundry" - sebuah perusahaan yang membuat chip yang dirancang oleh pelanggan konsumen dan militer.

Ini adalah industri yang luas, bernilai hampir US$100 miliar (Rp1.400 triliun lebih) pada tahun 2021.

Baca juga:

Pengambilalihan China di Taiwan dapat memberi Beijing kendali atas salah satu industri terpenting dunia.

Apakah orang Taiwan khawatir?

Terlepas dari ketegangan baru-baru ini antara China dan Taiwan, penelitian menunjukkan bahwa banyak orang Taiwan relatif tidak terganggu.

Pada bulan Oktober YLembaga Opini Publik Taiwan bertanya kepada orang-orang, apakah mereka yakin bahwa pada akhirnya akan ada perang dengan China.

Hampir dua pertiga (64,3%) menjawab tidak.

Taiwan

Penelitian terpisah menunjukkan bahwa kebanyakan orang di Taiwan mengidentifikasi diri sebagai orang Taiwan - merangkul identitas yang sangat berbeda.

Taiwan

Survei yang dilakukan oleh Universitas Nasional Chengchi sejak awal 1990-an menunjukkan bahwa proporsi orang yang mengidentifikasi diri sebagai orang China, atau orang China dan Taiwan, telah menurun dan kebanyakan mereka menganggap diri sebagai orang Taiwan.