You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Kisah laki-laki di China naik sepeda motor 24 tahun sejauh 500.000 km mencari sang anak yang diculik, akhirnya bertemu - 'Sayangku, kamu telah kembali'
Seorang pria di China akhirnya bisa berkumpul lagi dengan putranya setelah pencarian selama 24 tahun, yang membawanya berjalan sejauh 500.000 kilometer lebih dengan sepeda motor keliling negeri.
Putra Guo Gangtang diculik oleh dua penyelundup di depan rumah mereka di Provinsi Shandong.
Peristiwa itu akhirnya menginspirasi sebuah film pada 2015, yang dibintangi aktor kawakan Hong Kong Andy Lau.
Penculikan anak merupakan masalah besar di China, karena terjadi puluhan ribu kasus setiap tahun.
Baca juga:
Guo dan istrinya menangis saat memeluk putra mereka ketika bertemu lagi di Kota Liaocheng, provinsi Shandong, pada Minggu (11/7), seperti dilaporkan media pemerintah CCTV.
"Sayangku, kamu telah kembali," ujar ibunya, yang namanya tidak diungkapkan, dalam rekaman video pertemuan itu.
Andy Lau, yang memerankan tokoh Guo dalam film Lost and Love, langsung memberi ucapan selamat.
"Saya ingin sampaikan kepada Kakak Guo bahwa saya kagum dengan kegigihanmu," kata Lau, seperti dikabarkan harian South China Morning Post.
Bagaimana putranya diculik?
Menurut Kementerian Keamanan Masyarakat, polisi berhasil mendeteksi identitas putra Guo menggunakan uji DNA.
Dua tersangka penculik berhasil ditelusuri dan ditangkap, ungkap laporan harian Global Times.
Dua tersangka, yang ketika itu berpacaran, sudah berencana menculik korban agar bisa dijual untuk mendapat uang," tulis China News.
Melihat putra Guo saat itu bermain sendiri di luar rumah pada 1997, perempuan tersangka bernama Tang langsung menggendong dia dan membawanya ke terminal bus. Dia sudah ditunggui pacarnya, Hui.
Mereka lalu naik bus antarkota ke Provinsi Henan dan menjual korban di sana.
Laporan media-media setempat mengungkapkan putra Guo itu saat ditemukan tetap tinggal di Henan.
"Kini anak saya telah ditemukan, tidak ada perasaan selain gembira," kata Guo kepada para wartawan.
Sejak anaknya diculik pada 1997, Guo dilaporkan berkelana ke lebih dari 20 provinsi di China hanya dengan berkendara sepeda motor demi mencari putranya lewat informasi dari mulut ke mulut.
Selama itu, Guo beberapa kali menderita patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas, bahkan harus menghadapi para perampok di jalan.
Sepuluh sepeda motor yang dipakainya selama pencarian itu pun rusak.
Sambil membawa spanduk dengan foto putranya, Guo disebutkan rela menghabiskan tabungan, tidur di kolong-kolong jembatan, bahkan sampai mengemis ketika kehabisan uang.
Selama mencari putranya, Guo telah dinobatkan sebagai anggota kehormatan suatu organisasi orang hilang di China. Dia pun membantu organisasi itu dalam mempertemukan sedikitnya tujuh keluarga dengan anak-anak mereka yang diculik.
Begitu mendengar kabar putra Guo sudah ditemukan, media sosial di China dibanjiri pesan-pesan dukungan baginya.
"Begitu banyak orang tua yang mungkin sedari dulu sudah menyerah. Namun dia itu orang yang luar biasa dan saya sungguh ikut bergembira," tulis seorang warganet di medsos Weibo.
Di China, penculikan dan penjualan bayi telah menjadi masalah selama berpuluh-puluh tahun.
Pada 2015, diperkirakan 20.000 anak-anak diculik setiap tahun di China.
Banyak dari mereka kemudian dijual untuk diadopsi, bahkan ada yang ke luar negeri.
Memilukan sekaligus mengharukan
Penculikan anak-anak yang kemudian diselundupkan telah menjadi masalah sosial yang besar di China, karena puluhan ribu kasus masih belum terpecahkan.
Bahkan beberapa tahun lalu, saat polisi memperkenalkan aplikasi di ponsel untuk melaporkan kejahatan, "penculikan anak" ditempatkan dalam katagori tersendiri selain pencurian, peredaran narkoba dan pembunuhan.
Masalah ini jelas menimbulkan kepedihan yang begitu besar bagi masyarakat, terutama karena - dalam kasus-kasus tertentu - melibatkan "orang dalam" seperti kerabat atau tetangga korban penculikan
Contoh kasus yang membuat resah masyarakat adalah anak-anak yang diculik lalu dijadikan pekerja pabrik batu bata di provinsi tetangga.
Tahun ini penerapan tes DNA yang gencar oleh polisi tampaknya berjalan efektif dalam mencari mereka yang diculik.
Namun akan sulit untuk memecahkan kasus-kasus terkini dengan cara yang sama karena strategi itu bergantung pada orang-orang yang bersedia menjalani tes darah dan anak-anak (yang bisa saja tidak tahun mereka jadi korban penculikan dan dijual ke orang tua baru) sulit untuk dihadirkan pada tes darah.
Bagaimanapun, mengingat situasi yang muram dan kesedihan dari banyak orang yang kehilangan anak-anak mereka yang diculik, melihat Guo Gangtang bertemu lagi dengan putranya setelah mencari selama puluhan tahun merupakan pemandangan yang memilukan sekaligus mengharukan.