Michael Collins 'pahlawan di balik layar' misi pertama manusia ke bulan wafat, seperti apa kiprahnya?

Michael Collins - satu dari tiga kru misi manusia pertama ke Bulan dengan pesawat luar angkasa Apollo 11 pada 1969 - wafat pada usia 90 tahun.

Collins meninggal hari Rabu waktu setempat setelah berjuang melawan kanker. "Dia menghabiskan masa-masa terakhir dengan damai, bersama keluarga di sisinya," demikian keterangan pihak keluarga.

Collins tetap berada di orbit bulan saat rekan-rekannya, Neil Amrmstrong dan Buzz Aldrin, menapaki kaki di permukaan Bulan.

Aldrin, 91 tahun, kini satu-satunya anggota misi Apollo 11 yang tersisa.

Dalam ucapan bela sungkawa dan penghormatan kepada Collins, Aldrin mencuit : "Yang terhormat Mike, di mana pun kamu berada dan akan berada, kamu akan selalu memiliki Api untuk membawa kami secara cekatan ke ketinggian baru dan ke masa depan. Kami akan selalu merindukanmu. Semoga kamu beristirahat dengan damai."

'Kami merasakan beban dunia di pundak kami'

"Kami akan sangat merindukannya. Kami juga tahu betapa beruntungnya Mike telah mengarungi kehidupan yang telah dia lalui.

"Kami akan menghormati harapannya supaya kami bisa merayakan, bukan berkabung, itulah kehidupan."

Pada 16 Juli 2019, Collins mengunjungi Pusat Luar Angkasa John F. Kennedy di Florida - lokasi di mana misi pertama ke bulan dilakukan 50 tahun sebelumnya.

Berbicara di landasan peluncuran 39A - tempat kru roket memulai misi bersejarah - dia menggambarkan bagaimana perasaannya selama lepas landas.

"Gelombang kejut dari kekuatan roket menghantammu," kata Collins kepada TV NASA. "Seluruh tubuhmu bergetar. Kondisi ini memberikanmu keseluruhan... konsep yang sama sekali berbeda mengenai apa makna sebenarnya dari kekuatan."

"Anda sementara waktu berada di kokpit... saat Anda lepas landas," lanjutnya. "Dari situ kemudian perjalanan menjadi lebih tentang, lebih rasional, dan sunyi sampai ke Bulan.

"Kami, kru merasakan beban dunia di pundak kami, kami tahu semua orang akan memperhatikan kami, teman atau musuh."

Pahlawan di balik layar misi pendaratan pertama di Bulan

Oleh Paul Rincon, Editor Sains, BBC News

Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendapat porsi paling banyak perhatian dari sejarah pendaratan manusia pertama di Bulan pada 1969.

Tapi teman satu tim mereka, Michael Collins, juga berperan penting bagi kesuksesan misi ini.

Sebagai pilot modul komando, Collins tetap berada di orbit bulan saat Neil dan Buzz menapakkan kaki di permukaan Bulan. Tapi dia melakukan manuver penting di luar angkasa yang diperlukan untuk mencapai ke Bulan.

Dia bangga ketika orang lain mendapat penghargaan: "Saya benar-benar berpikir, bahwa saya tidak memiliki peran terbaik di antara kru ini," katanya. "Tapi saya katakan sejujurnya, saya sangat senang dengan peran yang saya miliki."

Setelah meninggalkan NASA, dia sejenak terjun ke dunia politik, tapi kemudian pensiun di Floria, di mana ia menghabiskan waktu untuk melukis dan menulis.

Meskipun bergabung di dunia kicauan Twitter pada 2019 atau saat usia 88 tahun, ia mengakui tak pernah benar-benar menikmati hidup menjadi sorotan publik.

Tapi namanya akan terus dikenang, karena generasi-generasi baru astronot akan terus kembali ke Bulan dalam tahun-tahun mendatang, mengikuti jejak yang dirintis oleh Collins dan perintis Apollo lainnya.

Seperti apa misi Apollo 11?

Pada 16 Juli 1969, Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins bersama-sama naik pesawat luar angkasa Apollo dengan menggunakan roket Saturn V. Mereka lepas landas hingga mencapai orbit dalam waktu 11 menit.

Empat hari kemudian, Armstrong dan Aldrin menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan. Sementara Collins berperan sebagai pilot modul komando pada misi ini.

Kalimat dari Armstrong yang terkenal, ditayangkan TV di dunia, masuk ke dalam catatan sejarah: "Satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan besar bagi umat manusia"

Armstrong's words, beamed to the world by TV, entered history: "That's one small step for man, one giant leap for mankind."

Sekitar 400.000 orang terlibat dalam program bersejarah ini, dengan biaya saat itu sebesar $25 miliar.

Kru Apollo 11 kembali ke Bumi dan tiba di Samudera Pasifik pada 24 Juli.

Diperkirakan 650 juta orang di seluruh dunia menyaksikan pendaratan manusia pertama di Bulan ini. Bagi Amerika Serikat, pencapaian itu membantunya menunjukkan kekuatannya kepada masyarakat dunia.