Iran kecam atlet judo, Saeid Mollaei 'noda memalukan' karena bertanding di Israel

Saeid Mollaei (23/09/18)

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Mollaei belum kembali ke Iran sejak pertandingan dua tahun lalu.
Waktu membaca: 2 menit

Seorang atlet judo Iran, yang menolak kembali ke negaranya setelah diperintahkan untuk sengaja kalah agar tidak sampai berhadapan dengan atlet Israel, akan bertanding di Tel Aviv.

Saeid Mollaei mengatakan ia sangat takut untuk kembali ke negaranya menyusul pertandingan dunia judo di Jepang pada 2019.

Iran dilucuti keanggotaannya oleh Federasi Judo Internasional (IJF) terkait insiden itu.

Media Israel menyebut kehadiran pejudo Iran itu di Tel Aviv "bersejarah."

Mollaei saat ini mewakili Mongolia dalam pertandingan IJF Grand Slam di Tel Aviv, mulai Kamis (18/02) selama dua hari.

Setelah tiba di Tel Aviv hari Minggu lalu, atlet judo Israel, Sagi Muki, mengunggah foto mereka di media sosial dan saling merangkul. "Selamat datang, saudara," cuitnya.

Mollaei mengatakan ia diminta kalah di Tokyo agar tidak sampai berhadapan dengan Muki.

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan

1px transparent line

Kedua atlet ini kemungkinan dapat berhadapan dalam kejuaraan di Tel Aviv.

"Ini pesan bagus untuk dunia," kata Muki kepada radio Israel.

"Ini adalah suatu langkah yang dapat mendekatkan Iran dengan Israel. Langkah ini menunjukkan bagaimana olahraga dapat menyatukan orang dan mendobrak batas," kata Muki.

Situs olahraga Israel, Sport 1, dalam berita utamanya menggunakan kata "bersejarah", sementara YNet, salah satu situs paling populer di Israel, menggambarkan Mollaei sebagai "pemberani" dan seperti "pahlawan" karena bertanding di negara itu.

Mollaei mendapatkan status pengungsi dari Jerman setelah membelot menyusul pertandingan di Tokyo.

Ia diizinkan bertanding mewakili Mongolia oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak Maret 2020.

Sebelumnya, ia mengatakan, ia "takut atas apa yang mungkin terjadi pada keluarga dan saya sendiri" bila kembali ke Iran.

Menanggapi langkah Mollaei itu, Iran menyatakan kemarahan.

"Ini bukan kehormatan, tapi merupakan noda memalukan di keningnya yang akan tetap bertahan selamanya karena Anda meninggalkan ideologi sistem di tanah air Anda," kata Arash Miresmaeili, presiden federasi judo Iran.

Iran tengah mengajukan banding atas keanggotaanya di IJF dan menyebut tuduhan Mollaei "tak berdasar."

Iran tidak mengakui Israel dan para atlet diperintahkan untuk menghindari bertanding dengan atlet negara itu dalam kejuaraan-kejuaraan internasional.