Rangkaian foto perayaan kekalahan Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, 76 tahun lalu
Tanggal 15 Agustus menjadi peringatan 76 tahun Jepang menyerah kepada tentara Sekutu pada 1945, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II.

Sumber gambar, Getty Images
Setelah menyerah pada 14 Agustus 1945, dua hari libur nasional diberlakukan di sejumlah negara Sekutu, seperti Inggris, Amerika Serikat dan Australia.
Jutaan orang dari negara-negara Sekutu ikut dalam parade dan pesta perayaan di jalan.

Sumber gambar, Getty Images
Jerman menyerah pada 7 Mei 1945, diikuti oleh berakhirnya perang di Eropa pada 8 Mei, namun Perang Dunia II masih berkecamuk di kawasan Asia-Pasifik.
Perdana Menteri Inggris Winston Churchill kala itu mengatakan: "Kita mungkin boleh membiarkan diri kita sendiri untuk bersukacita dalam waktu yang singkat, tapi marilah kita tidak melupakan sejenak kerja keras dan usaha yang terbentang di depan."

Sumber gambar, Getty Images
Sekitar 71.000 tentara Inggris dan negara persemakmuran tewas dalam perang melawan Jepang, termasuk lebih dari 12.000 tahanan perang yang meninggal dunia.
Jepang memperlakukan para tahanannya dengan sangat buruk, termasuk tentara Amerika dan Inggris yang menyerah.

Sumber gambar, Getty Images
Menyusul berakhirnya perang di Eropa, Sekutu mendesak Jepang untuk menyerah pada 28 Juli 1945, namun Jepang tak kunjung menyerah.
Hingga akhirnya Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, pada 6 dan 9 Agustus, negara itu akhirnya menyerah dan perang berakhir.

Sumber gambar, Getty Images
Korban meninggal akibat bom atom diperkirakan sekitar 140.000 orang, dari total 350.000 populasi di Hiroshima. Sementara di Nagasaki, korban jiwa diperkirakan sedikitnya 74.000.

Sumber gambar, Getty Images
Setelah desas-desus selama beberapa hari, Presiden AS Harry S Truman menyampaikan berita bahwa Jepang menyerah dalam konferensi pers pada 14 Agustus.

Sumber gambar, Alamy
Berbicara di depan kerumunan orang yang berkumpul di luar Gedung Putih, Presiden Truman berkata: "Ini adalah hari yang kita tunggu setelah peristiwa Pearl Harbour. Ini adalah hari ketika fasisme pada akhirnya mati, seperti yang kita tahu itu selalu akan terjadi."

Sumber gambar, Getty Images
Perdana Menteri Inggris Clement Atlee berkata: "Musuh terakhir kita telah terbaring lemah."
Dia mengucapkan terima kasih kepada sekutu Inggris, Australia dan Selandia Baru, India, Burma, semua negara yang dijajah oleh Jepang, dan Uni Soviet.
Dia menambahkan bahwa ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada AS "yang tanpanya upaya luar biasa perang di Timur masih akan berjalan selama bertahun-tahun".

Sumber gambar, Alamy
Keesokan harinya, Kaisar Jepang Hirohito terdengar di radio untuk pertama kalinya dalam sebuah siaran di mana dia menyalahkan penggunaan "bom baru dan paling kejam" untuk penyerahan tanpa syarat Jepang.
Dia menambahkan: "Jika kita terus berperang, itu tidak hanya akan mengakibatkan kehancuran total dan pemusnahan bangsa Jepang, tetapi juga akan menyebabkan kepunahan total peradaban manusia."

Sumber gambar, Alamy


Sumber gambar, Getty Images
Di London, kerajaan Inggris menyambut kerumunan orang yang bersukacita dari balkon istana Buckingham.

Sumber gambar, Alamy
Ribuan orang menyaksikan Raja George VI dan Ratu menyusuri Mall dengan kereta terbuka.
Putri Elizabeth dan Putri Margaret kemudian berbaur dengan orang banyak di luar istana.

Sumber gambar, Getty Images
Malam itu, Raja berbicara kepada bangsa dan Kekaisaran dalam siaran dari ruang studinya di Istana Buckingham.
Dia berkata: "Hati kami penuh luapan perasaan, seperti hatimu sendiri.
"Namun tidak ada satu pun dari kita yang telah mengalami perang mengerikan ini yang tidak menyadari bahwa kita akan merasakan konsekuensi yang tak terhindarkan lama setelah kita semua melupakan kegembiraan kita hari ini."
Surat resmi penyerahan diri ditandatangani Jepang pada 2 September di kapal perang AS, USS Missouri di Teluk Tokyo.

Sumber gambar, Getty Images
Kemenangan Sekutu di Eropa dan terhadap Jepang menandai kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II, namun kehidupan orang-orang yang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai selama perang, telah berubah selamanya.
Semua foto dibawah hak cipta.










