George Floyd: Jaksa tetapkan uang jaminan Rp17 miliar bagi mantan polisi tersangka pembunuh George Floyd

Waktu membaca: 3 menit

Mantan polisi di Minneapolis yang dituduh membunuh pria kulit hitam tak bersenjata bernama George Floyd hadir di pengadilan untuk pertama kalinya. Jaksa menetapkan uang jaminannya sebesar US$1,25 juta (Rp17,5 miliar).

Jaksa menyebut "beratnya dakwaan" dan kemarahan publik sebagai alasan untuk menaikkan jaminannya dari US$1 juta.

Derek Chauvin menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan berencana. Tiga mantan polisi lain yang ditangkap dituduh membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan.

Kematian Floyd pada bulan Mei memicu aksi protes global dan desakan untuk reformasi kepolisian.

Chauvin, yang berkulit putih, berlutut di leher Floyd selama hampir sembilan menit saat warga kulit hitam ditangkap di Minneapolis pada 25 Mei.

Ia dan tiga koleganya telah dipecat.

Sementara itu, para pelayat di Houston, Texas, tempat Floyd tinggal sebelum pindah ke Minneapolis, telah melihat jenazahnya, yang diperlihatkan kepada publik selama enam jam di gereja The Fountain of Praise.

Pada Selasa (09/06), acara pemakaman pribadi akan diadakan di Houston. Acara peringatan telah diadakan di Minneapolis dan North Carolina, tempat kelahiran Floyd.

Berdasarkan sejumlah laporan, diyakini bahwa seorang anggota keluarga mengawal jenazah Floyd dalam penerbangan ke Texas pada Sabtu (06/06) malam.

Calon presiden AS dari partai Demokrat, Joe Biden, menemui kerabat Floyd di Houston pada Senin (08/06) untuk secara pribadi menyampaikan belasungkawa.

"Ia mendengarkan, mendengar rasa sakit mereka, dan berbagi kesedihan mereka," kata juru bicara keluarga Floyd Benjamin Crump, yang mengunggah foto pertemuan itu dalam sebuah twit. "Belas kasihan itu sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka ini."

Apa yang terjadi di persidangan?

Chauvin, yang telah bertugas sebagai polisi selama 19 tahun, tidak mengajukan pembelaan ketika hadir melalui telekonferensi pada hari Senin.

Ia tidak berbicara selama persidangan yang berlangsung selama 15 menit. Ia duduk di bangku kecil, mengenakan seragam oranye dan tangannya diborgol.

Hakim Jeannice M. Reding menetapkan uang jaminan sebesar US$1,25 juta tanpa prasyarat, atau US$1 juta dengan sejumlah persyaratan termasuk Chauvin tidak menghubungi keluarga Floyd, menyerahkan senjata api miliknya, dan tidak bekerja dalam penegakan hukum atau keamanan selama menunggu persidangan.

Pengacara Chauvin tidak keberatan dengan besarnya uang jaminan.

Chauvin, 44, saat ini ditahan di penjara negara bagian Minnesota di Oak Park Heights, setelah dipindahkan beberapa kali.

Ia dijadwalkan hadir di persidangan berikutnya pada 29 Juni.

Apa tuduhan terhadap Chauvin?

Chauvin menghadapi tiga dakwaan terpisah: pembunuhan tingkat dua yang tidak disengaja, pembunuhan tingkat tiga, dan pembunuhan tidak terencana tingkat dua, yang hukuman maksimumnya adalah hukuman penjara masing-masing 40, 25, dan 10 tahun.

Dakwaan lebih lanjut dapat diajukan namun sepertinya ia tidak mungkin didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama karena jaksa penuntut harus membuktikan perencanaan, maksud, dan motif, lansir Associated Press.

Dengan mengajukan banyak dakwaan, jaksa memberikan juri pilihan dan meningkatkan kemungkinan hukuman.

Dewan kota Minneapolis telah melarang petugas polisi mencekik dan mengekang leher tersangka, dan partai Demokrat di Kongres telah menyusun undang-undang tentang reformasi polisi.

Di Prancis, yang juga menjadi tempat aksi protes Black Lives Matter akhir pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengumumkan bahwa polisi tidak lagi dibolehkan mencekik dalam menangkap orang.

Pengawas polisi Prancis telah mengungkapkan bahwa ada 1.500 pengaduan terhadap petugas tahun lalu, setengah dari mereka atas tuduhan penyerangan.

Apa latar belakang kasus ini?

George Floyd, 46 tahun, dihentikan oleh polisi yang menyelidiki kasus pembelian rokok yang diduga menggunakan uang palsu pada 25 Mei di Minneapolis.

Sebuah rekaman video menunjukkan Floyd ditangkap dan seorang polisi berkulit putih terus-terusan menidih lehernya dengan lutut selama beberapa menit, bahkan ketika dia memohon bahwa dia tidak bisa bernapas.

Demonstrasi kemudian pecah dan berlanjut setelahnya, baik di kota-kota di Amerika Serikat dan kota-kota di seluruh dunia.

Pada Rabu (03/06) demonstrasi mulai menyebar di Australia, Prancis, Belanda dan Inggris.

Kasus Floyd merupakan kasus terbaru pembunuhan orang kulit hitam oleh polisi di Amerika Serikat.

Sebelumnya, pembunuhan Michael Brown di Ferguson, Missouri dan Eric Garner di New York, telah memicu gerakan Black Lives Matter, atau nyawa orang kulit hitam penting, sejak beberapa tahun terakhir.

Bagi banyak orang, kemarahan atas kematian Floyd juga mencerminkan frustasi menahun akan kondisi ketidaksetaraan ekonomi-sosial dan diskriminasi yang dialami orang kulit hitam di Amerika Serikat.