Reynhard Sinaga: Meliput dan menyusun laporan pemerkosa berantai terbesar di Inggris 'yang tak akan pernah aman untuk dibebaskan'

Sumber gambar, Facebook
- Penulis, Endang Nurdin
- Peranan, BBC News Indonesia
Pada malam menjelang vonis Reynhard Sinaga, yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh hakim, kami menuju ke satu klub malam, Factory, untuk mengambil sejumlah gambar video guna melengkapi laporan kami.
Klub malam ini adalah salah satu klub tempat Reynhard mencari sasarannya. Letaknya di Princess Street, tak jauh dari tempat tinggalnya sejak 2011.
Seorang sopir taksi yang membawa kami mengatakan terkejut karena menurutnya, "Maaf, Anda semua tak begitu cocok dengan profil mahasiswa (anak muda) yang biasanya berkumpul di klub malam seperti itu."
Kami semua tertawa sambil menjelaskan bahwa kami hanya perlu sejumlah gambar di depan klub untuk "satu kasus yang baru dapat diberitakan keesokan harinya".

Ada sekitar 12 wartawan BBC yang meliput vonis pada Senin 6 Januari 2020.
Ada yang khusus bertugas untuk siaran langsung televisi, radio, menyiarkan "breaking news" dan menyusun laporan artikel panjang dan kami tentu saja fokus untuk BBC Indonesia.
Persiapan sejak dua bulan lalu

Kami mulai mengerjakan laporan kasus perkosaan ini sekitar dua bulan lalu bekerja sama dengan wartawan urusan legal dan dalam negeri Inggris.
Daniel de Simone, wartawan BBC untuk dalam negeri mengumpulkan sejumlah berkas pengadilan sejak Juni 2018 dan mengunduh berbagai informasi tentang Reynhard dari media sosial.
Untuk BBC Indonesia, kami mulai mencari tahu latar belakang keluarga Reynhard, dengan saling membagi tugas.
Rekan Rohmatin Bonasir menelusuri alamat usaha serta alamat tempat tinggal keluarga, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Raja Eben Lumbanrau serta juru kamera Haryo Wirawan di Jakarta dengan mendatangi tempat-tempat itu.
Raja Eben juga menelusuri skripsi Reynhard dan mencari tahu kontak-kontak lainnya serta menemui orang tua Reynhard di satu gereja di Depok, Jawa Barat.
Saya sendiri datang ke tiga persidangan, termasuk vonis, sementara rekan Mohamad Susilo hadir saat pemeriksaan silang Reynhard oleh jaksa.
Semua berkas persidangan saya teliti, termasuk hasil sidang pertama dan kedua serta dakwaan jaksa penuntut dan keterangan dari polisi yang tentu saja diembargo.
Semua nama korban tercantum di berkas pengadilan.
Berdasarkan hukum Inggris, nama-nama korban tidak boleh disebutkan seumur hidup kecuali bila ada korban yang bersedia membuka jati diri mereka.
Siapa pun yang mengungkap jati diri korban - melalui saluran apa pun termasuk media sosial - akan dianggap melakukan tindak pidana.
Saat pertama kali melihat Reynhard di pengadilan, saya melihat dia tenang dan beberapa kali tersenyum ke arah petugas yang mendampinginya dan ke arah kuasa hukumnya.
Dalam persidangan saya mendengar "suara mendengkur" dua korban dari dua video tindak perkosaan yang dipertontonkan ke tim juri.
Reynhard juga ikut menyaksikan vídeo yang tidak tampak dari anjungan pengunjung dan media.

Kepolisian Manchester mengatakan meneliti video-video itu seperti layaknya menyaksikan 1.500 keping DVD.
BBC menyediakan petugas konseling
Dalam penyusunan laporan perkosaan terbesar dalam sejarah Inggris ini, BBC juga menyediakan petugas konseling bagi wartawan yang memerlukan dan merasa terganggu dalam peliputan ini.
Saya antara lain ditanya oleh petugas konseling tentang bagaimana perasaan saya saat mengikuti sidang.
Saya mengatakan bahwa yang saya rasakan adalah marah dan sekaligus sedih luar biasa.
- Apa itu GHB, obat yang digunakan Reynhard Sinaga untuk membius para korbannya?
- Reynhard Sinaga: 'Kami setuju melakukannya, mereka tahu apa yang terjadi'
- Media Inggris sebut Reynhard Sinaga sebagai 'Peter Pan' dan 'predator seks'
- Reynhard Sinaga, 'Pemerkosa berantai berdarah dingin, korban tak sadar, terus diperkosa berkali-kali'
Saya meneteskan air mata ketika mendengar berbagai pernyataan korban yang dibacakan jaksa termasuk ada yang "merasa tak bisa melanjutkan hidup lagi", "kalau bukan karena ibu saya, saya sudah bunuh diri," dan berbagai dampak menyedihkan lain.
Saya baru merasakan trauma mendalam para korban ketika mendengar berbagai dampak mendalam ini, seperti yang dibacakan oleh jaksa penuntut Iain Simkin.
Petugas konseling meminta saya untuk terus melakukan kontak dengannya, apalagi kalau saya sampai mimpi buruk karena meliput kasus perkosaan besar ini.

Sumber gambar, Facebook
Pada awal Desember 2019, kami sudah mulai mendapatkan informasi yang cukup dan mengajukan permintaan wawancara dengan polisi, jaksa serta petugas unit bantuan untuk para korban.
Di minggu ketiga Desember, sejumlah wawancara termasuk dengan polisi dan pihak KBRI London, sudah kami simpan sebagai bahan menyusun laporan dalam berbagai format; artikel, video, radio serta media sosial.
Semua tulisan yang kami siapkan kami ajukan ke bagian legal dan bagian kebijakan editorial BBC untuk diperiksa terlebih dahulu.
Informasi rinci tentang keluarga korban kami hapus
Sejumlah informasi yang kami hapus setelah dikaji oleh pihak legal, termasuk keterangan rinci tentang orang tua dan keluarga Reynhard, termasuk nama-nama mereka.
Pihak legal mempertanyakan tujuan editorial untuk membuat rincian tentang keluarga -termasuk sejumlah usaha yang mereka miliki - karena yang perlu difokuskan adalah kasus dan individunya, bukan keluarga.
Senin, 6 Januari 2020, saat vonis tiba
Pagi hari itu, saya bersama editor produksi Asia, Rebecca Henscke, dan juru kamera Kevin Kim, menemui pejabat KBRI London, Gulfan Afero dan Jaki Nurhasyah di depan gedung Pengadilan Manchester untuk wawancara sebelum vonis.
Setelah hakim Suzanne Goddard masuk, jaksa Simkin mulai membacakan dampak yang dialami para korban atas tindak perkosaan yang dilakukan Reynhard.
Jaksa mengatakan salah seorang korban berada di ruang sidang.
Kuasa hukum Reynhard, Richard Litter, berbicara kemudian dan meminta hakim untuk tidak menjatuhkan "hukuman seumur hidup sepenuhnya" karena apa yang ia katakan tindak perkosaan seperti itu akan terbatas oleh umur.
Sekitar pukul 12:15 GMT waktu Inggris atau sekitar pukul 19:15 WIB, Hakim Suzanne Goddard menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap Reynhard yang dia sebut "predator seksual setan" yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan".
Hukuman terhadap Reynhard adalah 60 tahun dengan minimal 30 tahun sebelum dipertimbangkan untuk dibebaskan secara bersyarat.
Setelah vonis ini, kami sudah siap menerbitkan enam artikel - secara berturut-turut- serta dua video.
Tanggapan ayah Reynhard

Sumber gambar, Facebook
Kami juga menyiapkan laporan khusus siaran radio, kasus perkosaan terbesar dalam sejarah hukum Inggris ini, untuk siaran pada pukul 05:00 dan 06:00 WIB, Selasa 7 Januari dengan presenter rekan Jerome Wirawan.
Tanggapan dari ayah Reynhard kami dapatkan satu hari setelah vonis.
Raja Eben Lumbanrau - yang sudah pernah bertemu dan beberapa kali mengontak ayah Reynhard melalui telepon- memperkenalkan diri lagi sebagai wartawan BBC, sebelum meminta tanggapan.
Tim kebijakan editorial BBC baru memastikan bahwa kami dapat menggunakan pernyataan ayah Reynhard dan menyebutkan namanya, Saibun, dengan pertimbangan sudah diketahui umum dan dipakai oleh banyak media.
Namun tim kebijakan memutuskan agar kami tidak menggunakan audio untuk disiarkan karena kami belum sempat menyebutkan bahwa percakapan telepon itu akan direkam.
Meliput dan menyusun laporan khusus tentang Reynhard Sinaga merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami semua, dalam kerja tim, sambil tetap memperhatikan secara ketat kisi-kisi legal dan kebijakan editorial BBC.











