You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Lawatan Putin ke China: Xi Jinping memuji Putin sebagai 'teman baik', di tengah memburuknya hubungan dengan AS
Presiden China Xi Jinping menggambarkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "teman baik" dalam lawatan tiga hari ke Moskow yang berfokus pada perdagangan dan hubungan diplomatik kedua negara.
Kunjungan ini dilakukan di tengah memburuknya hubungan China dengan Amerika Serikat karena perang dagang antara keduanya.
Rusia sendiri telah memutuskan untuk berpaling ke timur sejak hubungan mereka dengan negara-negara barat memburuk sesudah konflik di Ukraina.
Putin dan Jinping menandatangani paket kerjasama perdagangan serta melakukan serah terima dua ekor panda yang diberikan untuk Kebun Binatang Moskow.
Xi Jinping tiba Rabu (05/06) dan memberikan pernyataan kepada wartawan di mana ia menyatakan memiliki "hubungan pertemanan pribadi" dengan rekannya dari Rusia.
"Dalam enam tahun terakhir, kami bertemu hampir 30 kali. Rusia adalah negara yang paling sering saya kunjungi dan Presiden Putin adalah teman dekat dan kolega saya," kata Xi Jinping.
Putin menanggapi kata-kata tersebut dengan menyatakan, "dengan senang hati saya sampaikan bahwa hubungan Rusia dan China telah mencapai tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Ini merupakan kemitraan global dan kerjasama yang strategis".
Mengapa Beijing dan Moskow merupakan 'teman dekat'?
Aliansi antara kedua negara meningkat sejak Moskow dan Beijing merasa diasingkan oleh negara-negara Eropa - dan terutama oleh Amerika Serikat.
Hubungan Moskow dengan negara Barat memburuk ketika Rusia diberi sanksi lantaran keterlibatan mereka di konflik Ukraina lima tahun lalu.
Rusia juga dikritik karena membantu rezim Assad di Suriah tahun 2015.
Sedangkan hubungan China dengan Amerika Serikat memburuk sejak pemerintahan Donald Trump berpaling dari globalisasi ekonomi demi menganut kebijakan proteksionis terhadap ekonomi nasional mereka.
China dan Amerika kini terlibat dalam perang dagang dan tindakan saling membalas dalam pengenaan tarif, di tengah pembicaraan intensif keduanya yang hingga kini terus mengalami kegagalan.
Menurut para pengamat, karena sama-sama mengalami penolakan dari barat, Rusia dan China kemudian mendekat baik dalam kerjasama ekonomi dan militer.
Peningkatan hubungan mereka telah memperlihatkan kenaikan 25% dalam perdagangan mereka di tahun 2018, mencapai rekor US$108 miliar (sekitar ) menurut Kremlin.
Kerjasama ekonomi China-Rusia
- China merupakan mitra kerjasama utama Rusia; sedangkan Rusia merupakan mitra terbesar nomer sepuluh untuk China
- Mayoritas ekspor Rusia adalah bahan mentah termasuk produk-produk terkait energi
- Kebanyakan ekspor China ke Rusia adalah peralatan, mesin dan barang-barang konsumen
- Pipa Power of Siberia yang menghubungkan Rusia dengan China, akan selesai tahun ini, dilaporkan nilainya mencapai US$400 miliar
- Proyek strategis lain mencakup proyek energi dan infrastruktur, dan pembangunan pesawat penumpang
- Penanaman modal langsung China di Rusia mencapai US$140 juta di tahun 2017
- Perusahaan Chinese menanam modal besar-besaran di kawasan Danau Baikal region, yang menyebabkan kritik dari warga setempat terkai dampak terhadap lingkungan dan kekhawatiran membesarnya pengaruh China di kawasan itu
Kesepakatan apa yang dibuat?
Dalam kunjungan Xi Jinping ke ke Moskow, kedua pihak sepakat untuk memperdalam kerjasama militer dan ekonomi di masa depan.
Salah satu kesepakatan bisnis yang mencolok adalah: perusahaan telekomunikasi Rusian MTS akan mengijinkan perusahaan teknologi raksasana China Huawei untuk membangun jaringan 5G di Rusia.
Amerika Serikat menyatakan Huawei berbahaya bagi keamanan nasional, kemudian melarang perusahaan Amerika bekerjasama dengan perusahaan China tersebut.
Larangan Amerika ini kemudian berdampak pada kegiatan bisnis Huawei di Eropa, Australia dan Jepang.
Kunjungan ini tidak sepenuhnya berisi pembicaraan pertahanan dan perdagangan. Diplomasi juga dilakukan oleh China melalui panda.
Di Kebun Binatang Moskow, Xi Jinping menyerahkan dua ekor panda yang dibawa ke Rusia sejak bulan April lalu, yang akan menjadi pengingat bagi kunjungan ini.
Sesudah resepsi di Kremlin dan kunjungan menonton teater Bolshoi hari rabu (06/06), Xi Jinping dijadwalkan untuk bertolak ke Saint Petersburg untuk menghadiri Saint Petersburg Economic Forum hari Kamis (06/06).