Gunung berapi Fuego: Aparat Guatemala intensifkan pencarian

San Miguel Los Lotes in Escuintla, Guatemala June 4, 2018

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Eufemia Garcia (tengah) luput dari bahaya namun anak-anaknya masih belum ditemukan.

Militer Guatemala mengerahkan serdadu untuk membantu para petugas pemadam kebakaran dalam mencari sejumlah orang yang hilang setelah Gunung Fuego meletus dan menghancurkan desa-desa.

Jumlah resmi korban meninggal dunia akibat erupsi mencapai 69 orang.

Sementara ribuan orang kini ditampung di berbagai tempat penampungan sementara.

Laporan beberapa ahli gunung berapi menunjukkan erupsi telah berakhir.

"Terbukti bahwa energi gunung berapi telah menurun dan tendensinya akan terus menurun. Artinya tidak akan ada erupsi mendadak selama beberapa hari mendatang," kata Kepala Institut Seismologi Nasional Guatemala, Eddy Sanchez.

Saat meletus, Gunung Fuego sempat memuntahkan gas panas dan materi vulkanis yang kemudian melanda desa-desa, seperti El Rodeo dan San Miguel Los Lotes.

Eufemia Garcia, dari Los Lotes, luput dari materi vulkanis saat sedang berjalan melewati gang menuju warung. Namun, dua putri, satu putra, dan seorang cucunya masih hilang.

"Saya tidak ingin pergi, namun kalau kembali tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan keluarga," ujarnya.

Firefighters tour an area affected by the eruption of the Fuego volcano as they look for bodies or survivors in the community of San Miguel Los Lotes in Escuintla, Guatemala, June 4, 2018

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para petugas pemadam kebakaran terus berupaya mencari penyintas dan korban meninggal dunia.

Efrain Gonzalez, yang melarikan diri dari El Rodeo bersama istri dan putrinya yang berusia satu tahun, mengaku harus meninggalkan dua putri lainnya, berusia empat dan 10 tahun. Mereka terperangkap di dalam rumah saat erupsi terjadi.

Penduduk setempat lainnya, Ricardo Reyes, juga terpaksa meninggalkan rumahnya.

"Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah berlari bersama keluarga dan meninggalkan harta benda di rumah. Kini setelah bahaya dilewati, saya menengok kondisi rumah dan semuanya kacau," ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran, Rudy Chavez, menjelaskan bagaimana dia menyusuri wilayah terdampak bencana untuk mencari penyintas dan korban tewas.

"Kami bakal mengevakuasi area itu ketika kami menemukan satu keluarga di dalam rumah," ujarnya.

"Kami berusaha mengluarkan jenazah mereka dari dalam rumah. Seseorang membunyikan alarm pertanda kawasan itu masih sangat berbahaya dan kami harus pergi. Tapi, syukur kepada Tuhan kami mampu mengangkut jenazah mereka," sambungnya.

Police officers and soldiers work in El Rodeo village, Escuintla department, 3 June

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Militer mengerahkan serdadu untuk membantu upaya pencarian.

'Siang seperti malam'

Jorge Luis Altuve, yang merupakan bagian dari tim tanggap darurat di gunung, mengatakan kepada BBC bahwa dia dan para rekannya sedang mencari orang hilang ketika menyadari aktivitas gunung meningkat.

Dia merasakan ada yang mengenai helm-nya dan itu bukan tetesan hujan, melainkan batu.

"Kami sudah siap turun...saat abu menjangkau kami dan siang seperti malam. Dari siang hari yang cerah tiba-tiba gelap seperti pukul 10 malam," tuturnya.

Map

Pakar gunung berapi, Dr Janine Krippner, mengatakan kepada BBC bahwa khalayak jangan pernah meremehkan aliran lahar dan hujan abu vulkanis.

"Fuego adalah gunung berapi yang sangat aktif. Gunung itu pernah memuntahkan materi vulkanis dan lagi pula gunung tersebut berada di wilayah sering hujan."

"Jadi, ketika hujan mengenai gunung berapi, aliran lumpur akan membawa banyak batu dan puing. Itu luar biasa berbahaya dan mematikan" jelasnya.