Gadis 16 tahun dianiaya secara keji dan rekamannya diunggah di medsos, sejumlah remaja ditangkap

Sumber gambar, Facebook
Seorang remaja laki-laki dituduh melakukan sejumlah penyerangan setelah menganiaya seorang gadis berusia 16 tahun secara "keji", yang difilmkan dan diunggah di media sosial.
Korban menderita luka parah di bagian wajah dan kepala dalam serangan yang terjadi di kota Bangor, County Down, Inggris pada Jumat (20/04) malam.
Sementara pelaku lainnya, seorang gadis berusia 16 tahun, yang ditangkap pada Sabtu dini hari (21/04) dibebaskan dengan jaminan.
Dalam video tersebut, korban dipukul dan ditendang di bagian wajah oleh gadis lain dan kepalanya dibenturkan ke aspal.
Pada saat yang sama, muncul gadis remaja lain ikut serta dalam serangan, yang terjadi di dermaga kota di tepi pantai itu.
Penganiayaan terhadap gadis 16 tahun itu berlanjut meski si pelaku sudah tidak merekamnya. Dia akhirnya diselamatkan oleh pengendara yang lewat.
Polisi mengatakan luka-luka yang dialami korban sangat parah sehingga staf medis tidak akan bisa melakukan pemeriksaan x-ray di wajahnya sampai pekan berikutnya.
Sejumlah orang tampak menonton saja penganiayaan tersebut.
Polisi masih mencari dua orang lainnya, termasuk seorang gadis 14 tahun, terkait dengan insiden itu.

Diantara para tersangka, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun menghadapi dakwaan penganiyaan yang disengaja.
Inspektur polisi Gerry McGrath mengatakan, "Kami telah mengidentifikasi semua tersangka yang terlibat, dua di antaranya telah ditangkap. Sedang yang lainnya tengah dicari oleh polisi."
"Kami menghargai dukungan dari masyarakat dan memahami keterkejutan mereka atas serangan ini, namun kami meminta agar para warga tidak menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menindaklanjuti penyelidikan ini," tambahnya.
"Petugas kami bekerja keras menangani kasus ini dan sangat penting bahwa semuanya berjalan dalam prosedur hukum."
"Ini adalah serangan kejam yang dilakukan terhadap seorang gadis remaja dan kami menyerukan kepada siapa pun yang menyaksikan insiden Jumat malam itu untuk menghubungi polisi."
Polisi juga meminta Facebook untuk menghapus video serangan itu. Kini video ini sudah tak ada lagi di layanan media sosial tersebut.










