You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Berencana 'tembak sebanyak mungkin orang' di malam tahun baru 2018, seorang lelaki ditangkap
Polisi Australia menangkap seorang lelaki yang diduga merencanakan aksi teror pada perayaan malam tahun baru di Melbourne.
Pria 20 tahun tersebut dikenakan pasal terorisme dengan ancaman hukuman maksimum penjara seumur hidup.
Terduga pelaku disebut kepolisian berencana menembak orang dengan senjata otomatis di Federation Square, kawasan di pusat kota Melbourne.
Meskipun begitu, polisi menyatakan sebelum penangkapannya ini, tersangka belum pernah memiliki senjata otomatis.
"Kami menyangkakan pasal terorisme kepadanya karena dia berniat menggunakan senjata tersebut untuk menembak dan membunuh sebanyak mungkin orang yang dia bisa," kata pejabat kepolisian Victoria, Shane Patton, Selasa (28/11).
Tahun lalu sekitar 500.000 orang merayakan tahun baru di pusat kota Melbourne.
Pelaku tunggal
Patton menyatakan terduga pelaku lahir di Australia dan berdarah Somalia. Dia telah berada di dalam "pantauan polisi" sejak Januari.
Lelaki tersebut juga telah mengunduh panduan melakukan aksi teror yang diterbitkan al-Qaeda. Menurut polisi, dia juga adalah simpatisan ISIS.
Patton juga memaparkan bahwa tersangka terkait dengan sejumlah kelompok radikal, tetapi dia dipercaya beraksi sendiri. Belum ada penangkapan terhadap terduga pelaku lainnya.
Penggeledahan telah dilakukan di rumah si lelaki, tempatnya bekerja dan rumah keluarganya.
Tahun lalu, polisi Australia juga berhasil mencegah serangan teror yang direncanakan pada Hari Natal di Melbourne.
Sejak 2014 silam, ketika ancaman serangan teror terus meningkat, kepolisian Australia telah menangkap setidaknya 74 orang.