You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Korut tuduh AS 'merampok' diplomatnya di bandara New York
Korea Utara menuduh pihak berwenang Amerika Serikat 'merampok' diplomatnya di bandara New York.
Seorang juru bicara pemerintah Pyongyang mengatakan paket diplomatik para pejabat mereka 'dirampok' di Bandara John F. Kennedy, Jumat (16/06).
Insiden tersebut digambarkan oleh kantor berita resmi Korut, KCNA, sebagai bukti bahwa Amerika Serikat adalah negara 'bandit tanpa hukum'.
Gedung Putih -yang menempatkan penyelesaian krisis Korea Utara sebagai prioritas- masih belum memberikan komentar.
Para pejabat Korea Utara itu dilaporkan sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah konferensi tentang hak-hak kaum disabilitas ketika terjadinya insiden yang menurut KCNA sebagai 'tindakan melanggar hukum, keji, dan provokatif'.
"Komunitas internasional perlu mempertimbangkan kembali secara serius apakah New York -tempat perampokan yang keterlaluan itu merajarela- layak sebagai ajang pertemuan internasional atau tidak," lapor KCNA.
Tuduhan perampokan ini menjadi pertanda terbaru ketegangan dalam ketegangan dua negara.
Pekan lalu, Korea Utara memulangkan mahasiswa AS asal Ohio, Otto Warmbier, kepada keluarganya setelah sempat dihukum kerja paksa selama setahun sebagai bagian dari vonis awal 15 tahun.
Saat dipulangkan, Wambier berada dalam keadaan koma, tidak memahami bahasa, dan menderita kehilangan sejumlah selaput di otaknya.
Pyongyang mengatakan Warmbier koma karena menderita botulism dan akibat pil tidur yang diminummnya setelah pengadilannya tahun lalu namun para dokter di Amerika Serikat meragukan penjelasan itu.
Warmbier yang sedang dalam lawatan ke Korea Utara dituduh mencuri papan propaganda walau dibantah oleh orang-orang yang melakukan perjalanan itu bersamanya.