Rakyat Korsel memilih presiden beraliran liberal, Moon Jae-in

Sumber gambar, Reuters
Warga Korea Selatan memilih calon yang beraliran politik liberal, Moon Jae-in, sebagai presiden mendatang, seperti terungkap dalam hitung cepat usai pemungutan suara.
Dengan suara sekitar 41,4%, Moon unggul jauh dari calon konservatif, Hong Joon-Pyo, yang meraih 23,3% suara.
Moon dilaporkan menginginkan peningkatan dialog dengan Korea Utara, yang berbeda dengan kebijakan pemerintah Seoul saat ini.
Pemilihan presiden dini ditempuh setelah pemakzulan Presiden Park Geun-hye, yang didakwa dengan penyalahgunaan kekuasaan karena membiarkan teman dekatnya 'memeras' sumbangan dari perusahaan-perusahaan besar untuk yayasan miliknya sendiri.
Mantan presiden Park sudah didakwa resmi namun membantah semua tuduhan.
______________________________________________________________________
Sekilas Moon Jae-in

Sumber gambar, Reuters
Mantan anggota pasukan khusus Korea Selatan ini menjadi pengacara hak asasi manusia setelah menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum.
Sebagai calon dari Partai Demokrat Korea, yang beraliran politik liberal, secara terbuka dia menyatakan ingin meningkatkan perundingan dengan Korea Utara dan bukan agresi.
Pria berusia 64 tahun ini pernah menjadi Kepala Staf Kepresidenan di masa pemerintahan Presiden Roh Moo-hyun dan mendapat julunan 'Bayangan Roh'.
Belakangan dia sempat dikritik karena dugaan pemerintah Presiden Roh berkonsultasi dengan Korea Utara sebelum memutuskan abstain dalam pemungutan suara di PBB untuk resolusi hak asasi manusia di Korea Utara tahun 2007 lalu.
Namun Moon membantah tuduhan tersebut.

Sumber gambar, AFP/JUNG YEON-JE
Ketika masih mahasiswa tahun 1970-an, dia memimpin unjuk rasa atas Presiden Park Chung-hee, ayah dari mantan presiden Park Geun-hye, yang membuatnya jadi sempat dipenjara.
Dia mengungkapkan keprihatinan atas sistem pertahanan rudal THAAD yang ditempatkan AS di Korea Selatan karena berpendapat keputusan diambil tanpa melalui proses yang demokratis.
_______________________________________________________________________
Calon presiden baru Moon dikalahkan Park dalam pemilihan presiden tahun 2012 lalu dan menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang bisa membawa negara bergerak maju dari skandal korupsi masa pemerintahan Park.
"Saya merasa bukan hanya partai saya dan saya sendiri, tapi juga rakyat amat mengharapkan perubahan pemerintahan," tuturnya saat memberikan suara, Selasa (09/05).
Pemilihan presiden berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, yang antara lain dipicu oleh uji coba nuklir dan rudal yang dilakukan Korea Utara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah mengatakan 'siap dengan semua pilihan' untuk menghadapi yang disebut sebagai 'sikap bermusuhan' pemerintah Kim Jong-un.

Sumber gambar, Getty/Jean Chung
Pada saat bersamaan, Washington juga mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD di Korea Selatan, yang memicu kritik Cina, yang merupakan sekutu utama Pyongyang.
Selaian ketegangan di Semenanjung Korea, isu lain yang juga membayangi pemilihan presiden adalah korupsi dan ekonomi.
Moon sudah mengungkapkan keinginan untuk mereformasi konglomerat-konglomerat raksasa milik keluarga -yang disebut chaebol- yang mendominasi perekonomian negara tersebut.










