Magnet London bagi mahasiswa dunia

universitas cambridge

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Universitas Cambridge, salah satu perguruan tinggi di Inggris yang selalu masuk tempat teratas.
    • Penulis, Endang Nurdin
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Bulan September ini –awal tahun pelajaran baru- hampir setengah juta mahasiswa menginjak bangku universitas di Inggris.

Dari jumlah ini, satu dari 10 di antaranya berasal dari luar Inggris atau mahasiswa internasional.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa dari luar Inggris memang sedikit lebih rendah namun tetap bisa dikatakan tinggi.

Sejumlah pengamat menunjuk sedikit penurunan ini antara lain akibat dari semakin ketatnya peraturan tentang visa.

Dalam beberapa tahun terakhir, universitas-universitas di Inggris semakin gencar melakukan promosi ke berbagai negara termasuk Indonesia, untuk menarik mahasiswa.

Selain pendapatan untuk universitas, kehidupan di luar kampus juga mendatangkan pendapatan lain bagi Inggris.

Mahasiswa internasional mengeluarkan sekitar £4,9 miliar dalam kurun waktu satu tahun berdasarkan data untuk 2011-2012, termasuk untuk akomodasi.

Pendapatan dari akomodasi

Pasaran sewa akomodasi di London yang semula difokuskan pada profesional muda berduit kini bergeser ke mahasiswa internasional yang pada umumnya membayar sewa satu tahun di muka.

Magnet Inggris sebagai tempat tujuan untuk melanjutkan ilmu di perguruan tinggi juga semakin diperkuat dengan keluarnya daftar peringkat oleh sejumlah institusi.

Peringkat tahunan terbaru universitas dunia di antaranya yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS), badan peringkat universitas, baru-baru ini menyebutkan Inggris memiliki empat di antara enam perguruan tinggi top dunia.

Sementara London disebutkan sebagai satu-satunya kota di dunia dengan jumlah terbanyak universitas yang dikategorikan terbaik dan masuk dalam Top 100.

Lima universitas di London ini adalah Imperial College London, University College London (UCL), King's College London, London School of Economics dan Queen Mary.

Pemimpin dunia menimba ilmu di Inggris

Survei QS ini antara lain didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan di perguruan tinggi itu serta reputasi universitas.

Dari sisi jumlah, untuk di London saja, mahasiswa internasional di universitas yang dikategorikan top itu mencapai lebih dari 100.000 setiap tahunnya.

Walikota London Boris Johnson dengan bangga mengatakan "Peringkat ini memastikan posisi London sebagai ibukota pendidikan dunia".

"Tidak ada lagi di tempat lain di mana Anda dapat menemukan universitas terbaik yang berjarak hanya beberapa kilometer antara satu dan lainnya, dan semuanya memberikan pengajaran terbaik dan memproduksi lulusan yang menjadi pemimpin di bidang mereka. Dari akuntan sampai ahli ilmu hewan," kata Johnson.

Untuk menampung mahasiswa internasional ini, dalam beberapa tahun terakhir, memang banyak sekali dibangun fasilitas akomodasi untuk mahasiswa.

mahasiswa

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Persaingan untuk masuk ke universitas semakin ketat dari tahun ke tahun.

Naomi Heaton, CEO London Central Portfolio –perusahaan properti- mengatakan ibukota Inggris ini menjadi magnet bagi anak-anak muda yang mencari universitas top dan juga akomodasi yang memadai.

Salah satu potensi terbesar, menurut Heaton, adalah dari Cina dengan sekitar 82% keluarga kaya di negara itu merencanakan untuk mengirim anak-anak mereka studi di luar negeri.

Dan pekan ini, British Council –badan yang mempromosikan budaya dan pendidikan Inggris- mengeluarkan analisa yang menyebutkan bahwa satu dari tujuh negara di dunia memiliki perdana menteri atau kepala negara yang <link type="page"><caption> belajar di perguruan tinggi Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/09/140925_pendidikan_inggris_dunia" platform="highweb"/></link>.

Daftar peringkat QS dan mungkin analisa British Council itu akan semakin menambah magnet pelajar internasional untuk melanjutkan studi di Inggris, termasuk London.

Selain kebanggaan, mahasiswa internasional ini mendatangkan pendapatan yang cukup tinggi untuk perekonomian Inggris.