Siswa datang telat, orang tua didenda Rp1 juta

Murid sekolah

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Pemerintah memberi wewenang kepala sekolah untuk menerapkan peraturan khusus.
    • Penulis, Mohamad Susilo
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Jika Anda kepala sekolah, apa yang akan Anda lakukan dalam mengatasi murid yang terlambat 10 kali dalam satu semester atau satu catur wulan?

Sekolah Emerson Valley di Milton Keynes, satu kota di utara London, memilih 'langkah ekstrem' dengan mendenda orang tua £60 atau sekitar Rp1 juta rupiah.

Orang tua atau wali murid diberi waktu 21 hari untuk membayar denda. Jika denda tidak dibayar selama jangka waktu tersebut, jumlahnya digandakan menjadi £120.

Jika orang tua tidak mau membayar, sekolah bahkan bisa membawa orang tua ini ke pengadilan.

Berita soal denda bagi siswa yang sering terlambat ini ramai di Inggris.

Koran gratis Metro menempatkannya sebagai berita utama di halaman depan edisi Kamis (23/01) dan radio juga membahasnya.

Dan seperti yang dibayangkan, ada yang mendukung dan tentu ada pula yang menentang.

"Saya setuju perlu ada faktor pencegah agar siswa tidak datang terlambat. Tapi situasinya akan sulit seperti saya, yang memiliki beberapa anak yang kebetulan berbeda sekolah," kata orang tua murid, Georgina Hodgkinson.

Rata-rata SD di Inggris buka pada pukul 8.50 pagi dan jika satu keluarga misalnya punya dua anak dan sekolah keduanya berbeda, apalagi jaraknya tidak dekat satu sama lain, maka akan ada potensi masalah.

Gangguan lalu lintas atau hal-hal lain bisa membuat mengantar anak ke sekolah tidak bisa tepat waktu.

Murid sekolah

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Sejumlah kalangan tidak setuju dengan denda kepada orang tua atau wali murid.

Pendiri situs untuk para ibu, Netmums, Siobhan Freegard mengatakan sering kali siswa yang datang terlambat berasal dari keluarga yang berantakan, yang mungkin juga kurang mampu.

"Memaksa mereka membayar denda mungkin akan memperarah keadaan," kata Freegard.

Chris McGovern, pegiat pendidikan, mengatakan denda seperti ini bisa mempertegang hubungan antara sekolah dan orang tua.

"Padahal hubungan yang harmonis antara kedua pihak adalah salah satu kunci keberhasilan pendidikan," kata McGovern.

Juru bicara Sekolah Emerson Valley mengatakan kebijakan denda ini sudah dipikirkan masak-masak.

"Jelas ada kaitan antara kehadiran dan prestasi di sekolah. Mereka yang rajin, yang jarang terlambat, lebih berprestasi," kata juru bicara sekolah ini.

Pemerintah kota Milton Keynes mengatakan kepala sekolah memiliki kewenangan menerapkan denda, meski kenyataannya tak banyak yang benar-benar menggunakannya.

"Dalam banyak kasus, surat peringatan cukup untuk mengatasi masalah," kata seorang pejabat pemkot Milton Keynes.

Di tingkat swasta, denda seperti ini bukan hal yang baru.

Saya pernah membayar denda £20 gara-gara terlambat 15 menit menjemput anak saya dari taman bermain.

Seingat saya ini denda yang pertama sekaligus yang terakhir yang pernah saya bayar, dan semoga begitulah adanya kelak.