Enam orang masih hilang akibat longsor di Papua Barat

Enam orang yang hilang akibat longsor di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada Minggu (17/04) belum ditemukan, papar seorang pejabat pemerintah.
Tim pencari mengalami kesulitan akses karena jalan masih tertimbun tanah longsor.
"Sementara ini kita berusaha mencari, cuma belum ketemu. Barangkali karena masih tertimbun longsor atau terbawa arus kali," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Amnir kepada wartawan BBC Indonesia Pijar Anugerah.
Hujan deras mengguyur Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat sejak pekan lalu. Hujan itu menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kampung Sopnyai, Kecamatan Hink, serta Kampung Apui dan Demaisi di Kecamatan Minyambou.
Enam orang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan itu berasal dari dari Kampung Sopnyai.
- <link type="page"><caption> Sembilan rumah tertimbun longsor di Banjarnegara, 237 orang mengungsi</caption><url href=" http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160328_indonesia_longsor_banjarnegara " platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Banjir di Kabupaten Bandung, ribuan mengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160313_indonesia_banjir_jawabarat.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Hujan guyur Jakarta, sungai Ciliwung tidak meluap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160225_indonesia_banjir_jakarta.shtml" platform="highweb"/></link>
Longsor menyebabkan akses jalan dari Manokwari ke Kabupaten Pegunungan Arfak terputus sehingga 1.000 keluarga sempat terperangkap. Kini mereka telah diselamatkan, kata Derek.
Saat ini, Derek melaporkan, pegunungan Arfak masih terkurung tanah longsor. Hujan pun belum berhenti. Namun secara berangsur-angsur akses jalan mulai diperbaiki dengan bantuan peralatan berat dari satu perusahaan swasta.
Meski demikian, tim kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk alat berat karena lokasi longsor jauh dari kota.
"Alat berat sudah tersedia di lokasi, cuma kita butuh BBM," kata Derek.
'Merasa aman'
Warga yang rumahnya terkena longsor untuk sementara bernaung di gereja di desa masing-masing.
"Sudah biasa. Kita latih mereka, begitu kejadian (bencana) mereka mengungsi ke gereja sebagai shelter. Mereka merasa aman di situ," kata Derek.
Kebutuhan dasar mereka tercukupi dengan bantuan dari BPBD Papua Barat. Ketika dihubungi BBC Indonesia, Derek baru saja kembali dari lokasi setelah mengantarkan bantuan berupa makanan siap saji, lauk pauk, serta perlengkapan ibu dan anak.
Derek mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU serta pemerintah provinsi terkait kebutuhan alat berat untuk membersihkan material longsor dan meperbaiki akses jalan.









