Serangan teror Jakarta diprediksi analis November lalu

    • Penulis, Mohamad Susilo
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia
  • Waktu membaca: 2 menit

Serangan teror di Jakarta sudah diprediksi oleh pengamat terorisme Sidney Jones pada bulan November 2015.

Jones yang sudah sejak lama mengikuti perkembangan kelompok-kelompok radikal di Indonesia ini mengemukakan pendapatnya setelah serangan di Paris pada 13 November yang menewaskan 130 orang.

Tulisan Jones diberi judul ISIS Membangun Jaringan di Jakarta yang dimuat di situs The Intepreter, yang dikelola lembaga kajian Australia, Lowy Institute.

Menurut Jones faktor penting yang membuka kemungkinan terjadinya <link type="page"><caption> serangan ala Paris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris" platform="highweb"/></link> di Jakarta, atau di tempat-tempat lain di Indonesia, adalah aktivitas kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), yang ia katakan membangun jaringan di pinggiran Jakarta.

Jaringan ini terbentuk ketika aparat keamanan "disibukkan mencari" tersangka teroris paling diburu, Santoso, yang diperkirakan berada di Poso, Sulawesi Tengah.

Calon-calon teroris

Jones memaparkan konteks besar kemungkinan <link type="page"><caption> serangan teror di Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/serangan_bom_jakarta" platform="highweb"/></link>.

Diyakini ratusan warga Indonesia bergabung dengan ISIS di Irak atau Suriah dan di antara mereka tewas akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

"Balas dendam adalah motif yang sangat kuat," tulis Jones.

Kondisi ini bisa mendorong perubahan target serangan dari aparat keamanan, dalam hal ini polisi yang sudah menjadi sasaran sejak 2010, ke warga Barat di Indonesia.

Polisi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pengamat memperkirakan akan ada perubahan sasaran serangan teror di Indonesia.

Jones juga mengupas tulisan <link type="page"><caption> Bahrun Naim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160114_indonesia_serangan_naim" platform="highweb"/></link> yang memuji serangan di Paris.

Tulisan Naim di internet berisi anjuran kepada para pembaca untuk <link type="page"><caption> mempelajari bagaimana para pelaku serangan di ibu kota Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160115_indonesia_bahrunnaim" platform="highweb"/></link> tersebut merencanakan, menentukan sasaran, menentukan waktu, mengkoordinasi, dan menyiapkan mental.

Tulisan ini, kata Jones, jelas bukan diperuntukkan untuk "jihadis Indonesia" di Suriah tapi untuk "calon-calon teroris" di Jawa.

Kejutan

Ketika Jones menulis analisis ini November silam, belum ada indikasi bahwa orang-orang yang bersumpah setia kepada ISIS "melakukan perintah atau permintaan para pemimpin ISIS".

Bahrun naim

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Bahrun Naim yang disebut-sebut sebagai 'otak' serangan di Jakarta. Ia duga saat ini berada di Suriah.

"Inti dari terorisme adalah ketidakpastian (sulit diprediksi). Jika kita berasumsi, karena Jakarta sekarang aman-aman saja, dan akan terus aman, kita bisa mengadapi kejutan yang tidak menyenangkan," kata Jones menutup tulisannya.

Dan kejutan tersebut pada Kamis, 14 Januari 2016, menjelang siang di Sarinah.