Din Minimi: Saya percaya 200% kepada Kepala BIN

Din Minimi (tengah, merokok) di kelilingi sebagian anak buahnya usai menggelar syukuran di kampungnya.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Din Minimi (tengah, merokok) di kelilingi sebagian anak buahnya usai menggelar syukuran di kampungnya.
Waktu membaca: 3 menit

Sehari setelah menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, pemimpin kelompok eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka, GAM yang "membelot", Din Minimi alias Nurdin bin Ismail menggelar acara syukuran di dekat rumahya di Kampung Buloh, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

Din Minimi menggelar syukuran di sebuah masjid di dekat rumahnya dengan mengundang ulama, tetangga serta anak buahnya, Rabu (30/12) pagi.

Dalam acara itu, pria itu membagikan uang kepada anak-anak yatim di desa tersebut.

Usai acara, Din Minimi menerima wartawan di Aceh, Saiful MD, dalam wawancara khusus untuk BBC, dan berikut petikannya:

Mengapa Anda bersedia menyerahkan diri kepada Kepala BIN, padahal sebelumnya menolak tawaran Pemerintah Aceh untuk menyerah?

Din Minimi mengatakan, dirinya percaya 200% dengan Kepala BIN Sutiyoso karena memiliki kesamaan dalam melihat masalah yang dihadapinya.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Din Minimi mengatakan, dirinya percaya 200% dengan Kepala BIN Sutiyoso karena memiliki kesamaan dalam melihat masalah yang dihadapinya.

Kalau menurut saya bukan menyerah. Sudah ada satu komitmen kami semua (dengan) Bapak Sutiyoso, Kepala BIN, yang mewakili Pak Presiden. Bukan menyerah, tapi ada satu komitmen.

Apa yang membuat Anda percaya kepada Kepala BIN, sehingga Anda memerintahkan semua Anak buah Anda menyerah juga?

Demi kebaikan.

Komitmen apa yang dijanjikan Kepala BIN sehingga membuat hati Anda luruh?

Apa yang saya mohon, (Kepala BIN) menanggapi. Makanya, terbuka hati saya, disamping anggota saya.

Mulai kapan Anda didekati Kepala BIN sehingga akhirnya Anda mau menyerahkan diri?

Din Minimi saat ini menunggu realisasi janji-janji yang menjadi komitmen Kepala BIN Sutiyoso.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Din Minimi saat ini menunggu realisasi janji-janji yang menjadi komitmen Kepala BIN Sutiyoso.

Bulan 12 (Desember) tanggal 15.

Mengapa hanya 15 senjata yang Anda serahkan? Apakah Ini bukti Anda belum percaya 100% kepada BIN?

Kalau menurut saya bukan 100%, (tapi) sudah (percaya) 200%. Kalau perkara senjata itu 15 (buah), itu yang ada. Mau saya kasih yang lain lagi? Parang (sejenis pisau) ada! Mau? Boleh!(Nada suara Din Minimi meninggi, dan seorang rekan di sebelahnya lantas tertawa).

Apakah Anda sudah menjamin anak buah Anda tidak membuat keonaran lagi setelah Anda menyerahkan diri?

Kalau anak buah saya sudah terdidik. Peraturan ada. Sopan ada. Kalau saya sudah turun (dari "gerilya" di gunung), nggak mungkin saya tinggal di gunung.

Apa yang Anda desakkan kepada Kepala BIN agar segera dilaksanakan pemerintah Aceh setelah penyerahan diri Anda?

Din Minimi (tengah duduk) memegang senjata.

Sumber gambar, IPAC

Keterangan gambar, Din Minimi (tengah duduk) memegang senjata.

Kalau menurut saya, karena Kepala BIN itu berbicara kepada saya itu bagus. Sama pendapat dengan saya, untuk menjunjung rakyat, untuk memimpin rakyat dengan benar.

Sebetulnya, kasus-kasus kekerasan mana saja yang dilakukan oleh kelompok Anda? Termasuk pembunuhan anggota TNI?

Itu tidak ada. Kalau dari kita, tidak ada perintah kepada anak buah untuk menembak TNI ataupun polisi, kecuali kita diserang oleh polisi.

Setelah Anda menyerah, bagaimana upaya Anda untuk memastikan bahwa tuntutan Anda bakal direalisasikan oleh pemerintah Aceh?

Sebagian anak buah Din Minimi yang ikut menyerahkan diri di hadapan Kepala BIN Sutiyoso.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sebagian anak buah Din Minimi yang ikut menyerahkan diri di hadapan Kepala BIN Sutiyoso.

Kalau memang diberikan, ya kita jalani, yaitu bantuan untuk inong baleh (para janda korban konflik di Aceh), anak yatim, fakir miskin, kombatan GAM, ataupun pihak kami.

Artinya, apakah dengan komitmen Kepala BIN, apakah ada jaminan bantuan itu akan diberikan oleh pemerintah Aceh?

Kalau saya terhadap pemerintah Aceh, nggak ada saya (meminta) untuk memberi ini atau itu, tidak. Saya langsung ke pusat (pemerintah pusat di Jakarta). Karena pemerintah Aceh itu dari kami masyarakat yang kami naikkan ke atas.