Sekolah di Sumsel masih diliburkan akibat kabut asap

Kebakaran hutan

Sumber gambar, BBC INDONESIA

Keterangan gambar, Kebakaran hutan yang terjadi dekat sekolah di Desa Simpang Bayat, Bayung Lincir, Sumsel.

Asap tebal akibat kebakaran hutan di lahan konsesi milik sejumlah perusahaan masih menyelimuti Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan selama sepekan terakhir.

Sekolah-sekolah di kawasan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan diliburkan karena dikhwatirkan menganggu kesehatan para murid dan guru.

"Sudah ada instruksi dari dinas pendidikan setempat untuk meliburkan sekolah. Yang jelas anak-anak usia sekolah di daerah sini rata-rata terserang batuk dan sakit pernapasan," ujar Suyati, guru Sekolah Dasar Negeri Simpang Bayat, kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Suhardi, seorang kepala dusun di Simpang Bayat, mengatakan, kabut asap memang senantiasa terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini masuk kategori sebagai salah satu yang terparah.

"Pandangan sangat terbatas. Sulit sekali melihat ada kendaraan di depan jika mengemudi. Karena itu, setiap kendaraan menyalakan lampu," ujar Suhardi.

Dia menambahkan, asap berasal dari kebakaran di lahan-lahan akasia dan kelapa sawit milik sejumlah perusahaan yang memiliki lahan konsesi seluas ribuan hektare.

"Ada pula lahan warga yang kebakaran. Tapi paling luasnya hanya dua hingga tiga hektare," katanya.

Sekolah

Sumber gambar, BBC INDONESIA

Keterangan gambar, SDN Simpang Bayat diliburkan akibat kabut asap
Sekolah

Sumber gambar, BBC INDONESIA

Keterangan gambar, Suyati, guru SDN Simpang Bayat Sumsel membereskan buku dari debu akibat kabut asap.

Ratusan titik api di Sumatra tersebar di beberapa provinsi seperti Jambi, Sumatra Selatan, dan Riau.

Di Sumatera Selatan, konsentrasi titik api berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

BNPB menyebutkan ssap kebakaran di kedua kabupaten ini menyebar hingga ke Provinsi Jambi dan Riau.