Densus 88 tangkap tiga tersangka teroris di Solo

Sumber gambar, fajar sodiq
<link type="page"><caption> Setelah selama dua hari melakukan penggerebekan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150813_indonesia_teroris_solo" platform="highweb"/></link>, Detasemen Khusus 88 menangkap tiga tersangka teroris di wilayah Surakarta. Menurut aparat, mereka hendak mengebom kantor polisi, gereja, dan kelenteng pada 17 Agustus mendatang.
Berdasarkan pengakuan ketiga orang itu, sebagaimana disampaikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Noer Ali di Mapolresta Solo, Jumat (14/8), ketiganya merupakan bagian dari kelompok Badri dan mendapat dana dari seseorang berinisial Bn yang berafiliasi dengan kelompok ISIS Suriah.
“Jaringan tiga teroris ini tidak lepas dengan jaringan yang ada di Suriah. Mereka telah menetapkan tiga target teror bom pada tanggal 17 Agustus. Tempat itu adalah Polsek Pasar Kliwon, tempat ibadah Nasrani dan Kong Hu Cu, “ ungkap Irjen Pol Noer Ali, seperti dilaporkan wartawan yang bekerja di Solo, Fajar Sodiq.
Ketiga tersangka itu berinsial Ib, YK dan G. Kapolda menyebutkan tersangka Ib bertugas untuk menerima kiriman uang dari Bn di Suriah. Selain itu ia juga berperan mengajak teman-temannya untuk melakukan teror bom di Solo.
“Kemudian tersangka YK merupakan spesialis perakit bom. Dan Ib mengajak YK untuk ikut bersama membuat bahan peledak. Tersangka G bertugas menyiapkan sarana dan prasarana merakit bom serta merencanakan lokasi target teror bom Polsek Pasar Kliwon. Rencananya bom itu akan diletakkan di lokasi target bom dan ditinggal,“ ungkap Noer Ali.
Direktur Intelijen Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Kombes Pol Ibnu Suhendra menambahkan ketiga tersangka itu sebagai anggota jaringan Badri. Kelompok Badri ini sebelumnya pernah diungkap oleh pihak kepolisian pada tahun 2012.

Sumber gambar, fajar sodiq
Bom rakitan
Sementara itu ahli bom dari Inafis, AKBP Sunandi, menjelaskan dalam penggeledahan empat lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti untuk membuat bom rakitan. Di antaranya adalah asam nitrat, satu karung serbuk aluminium, tanda suar, rangkaian lampu hias yang akan dimodifikasi untuk rakitan, fosfor merah dari korek api. Masih ada juga 21 switcher siap pakai, potasium nitrat.
“Barang bukti ini mudah ditemukan di sekitar kita. Asam nitrat yang biasa digunakan dengan dicampur urea bisa menimbulkan daya ledak. Selain barang bukti itu juga ditemukan panduan membuat bom, HP untuk kendali jarak jauh dan bendera yang digunakan sebagai simbol mereka (ISIS), “ kata dia.
Sunandi melanjutkan berdasarkan temuan di lapangan, para tersangka ini telah melakukan pengembangan merakit bom. Mereka melakukan pencampuran kalsium karbonat dicampur dengan potasium nitrat dan belerang tanpa menggunakan serbuk arang.
<link type="page"><caption> Pada Rabu (12/08) dan Kamis (13/08), Densus 88 menggerebek sejumlah lokasi di Surakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150813_indonesia_teroris_solo" platform="highweb"/></link>.
Di lokasi-lokasi tersebut, aparat menemukan bendera ISIS, kertas bertuliskan panduan membuat bom, serta beberapa bom rakitan siap ledak.
Tahun lalu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan ada <link type="page"><caption> sekitar 500 WNI yang telah bergabung dengan ISIS di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150315_bnp2tki_pengawasan_tki_isis" platform="highweb"/></link>.










