Papua itu Kita: dari musik hingga "bakar batu"

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Selintas kehidupan di Papua, ditampilkan di pelataran TIM sepanjang hari hingga malam, melalui tari, musik, pameran, cerita, dan demonstrasi "bakar batu."

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Dengan judul "Papua itu kita: Sehari bercerita, bernyanyi, menari," acara berlangsung di pelataran parkir Taman Ismail Marzuki (TIM), sepanjang hari Sabtu (13/6/15) hingga jauh malam. Musik, nyanyi, humor, tari, cerita, pameran, juga demonstrasi bakar batu, alias Barapen.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Acara dihadiri puluhan warga Papua yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya. Juga yang datang dari luar kota. Bahkan dari tanah Papua. Selain ratusan pengunjung biasa.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Salah satu acara yang paling menarik adalah Barapen, "bakar batu." Ini sebuah tradisi masak sekampung. Tentu bukan batu yang dimasak. Melainkan memasak dengan menggunakan panas dari batu yang terlebih dahulu dipanaskan.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Persiapan Barapen tak bisa dibilang gampang. Karena lokasi pelataran parkir TIM yang berlantai semen, bukan tanah sebagaimana tradisinya. Kayu-kayu bakarnya pun disesuaikan dengan keadaan Jakarta: kayu-kayu bekas bangunan.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Yang dimasak umumnya ubi-ubian, ayam, ikan, dan biasanya babi.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Tapi di TIM kali ini, dagingnya hanya ayam, tanpa babi.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Semuanya diletakkan di atas daun pisang di atas batu-batu panas. Ditutupi dengan pucuk labu, berbagai dedaunan, dan alang-alang.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Aroma makanan dengan bau alami menyebar.

Sesudah beberapa jam, makanan telah matang, alang-alang disingkirkan.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Di Papua, puncak acara adalah santap makan seluruh kampung. Dalam konteks acara Papua adalah Kita di TIM, santap bersama para pengunjung.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Sambil menunggu antrian makanan yang begitu sehat dan sedap, pengunjung menyimak diskusi di panggung, atau melihat-lihat pameran poster --kebanyakan terkait persoalan HAM di Papua.

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Sumber gambar, Ging Ginanjar

Sumber gambar, Ging Ginanjar

"Papua itu Kita" adalah bagian dari sebuah program panjang berbagai kelompok masyarakat untuk memperkenalkan kehidupan dan persoalan Papua ke masyarakat lebih luas.

Dan mendapat momentumnya setelah Presiden Joko Widodo menyatakan membuka Papua bagi liputan wartawan asing. Yang artinya memperlakukan Papua, dengan segala kerumitan persoalannya, sama dengan provinsi lain. Yang pelaksanaannya di lapangan memang masih harus ditunggu.