Pembekuan PSSI: Menpora-PSSI 'harus diskusi bersama'

Sumber gambar, pssi
Kementerian pemuda dan olah raga serta Persatuan sepak bola Indonesia, PSSI diminta segera menyelesaikan konflik di antara mereka dan melepaskan egoisme masing-masing demi menyelamatkan masalah yang lebih penting yaitu masa depan sepak bola Indonesia.
Hal ini disuarakan sejumlah pihak menanggapi konflik terbuka Kemenpora-PSSI terkait <link type="page"><caption> pemberian sanksi berupa pembekuan PSSI oleh Kementerian pemuda dan olahraga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150418_kongres_pssi_menpora" platform="highweb"/></link>.
"Daripada mengorbankan masalah yang jauh lebih besar, yaitu masa depan sepak bola Indonesia, maka harus ada rekonsiliasi dari kedua pihak. Ini jalan tengah paling memungkinkan," kata Yunan Syaifullah, pengamat sepak bola dan penulis buku Filosofi sepak bola, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (19/04) malam.
"Persoalan sepak bola kita masih compang-camping, itu wilayah lain. Begitu sudah ada titik temu (Kemenpora-PSSI), maka masalah tata kelola perlu diperhatikan dan diselesaikan," tambahnya
Kedua pihak, lanjut Yunan, juga harus secara bersama-sama memperkuat diplomasi internasional terkait ancaman sanksi Federasi sepak bola seluruh dunia, FIFA, karena tuduhan campur tangan pemerintah Indonesia terhadap PSSI.

Sumber gambar, pssi
"Tidak boleh hanya mengandalkan PSSI atau Menpora, tapi kedua pihak harus melakukan diplomasi bersama," kata Yunan.
Seruan serupa juga dilontarkan pelatih Sriwijaya FC, Benny Dollo. Dia mengatakan, pimpinan PSSI dan Kemenpora harus segera bertemu.
"Solusi terbaiknya adalah duduk bersama dan dibahas bersama," kata Benny Dollo kepada BBC Indonesia.
Ketum PSSI akan temui Menpora
Di tempat terpisah, Ketua suporter Persib Bandung, Heru Joko, mengkhawatirkan, pembekuan PSSI ini akan mengakibatkan kerugian kepada klub-klub sepak bola profesional, termasuk Persib.
"Kalau ada sanksi FIFA terhadap PSSI, jelas ngefek kepada Persib. Persib bakalan nggak boleh main di liga yang lebih besar. Jadi, ya, kolaborasi yang lebih baiklah untuk kepentingan bersama," kata Heru Joko sata dihubungi BBC Indonesia.
Belum ada tanggapan dari Kemenpora, tetapi Ketua Umum PSSI yang baru terpilih, La Nyalla Mattalitti mengatakan, pihaknya segera menemui Kemenpora pada Senin (20/04).
"Saya akan menghadap Menpora, saya akan menjelaskan yang sebenarnya," kata La Nyalla.

Hari Jumat (17/04) lalu, Kemenpora mengeluarkan surat pembekuan terhadap PSSI ketika pada saat yang bersamaan PSSI sedang menggelar Kongres luar biasa di Surabaya.
Walaupun dibekukan, PSSI tetap melanjutkan kongres dan memilih La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum yang baru.
La Nyalla Mahmud mengatakan, pemilihan dirinya sah secara hukum dan organisasi. Dia juga mempertanyakan langkah pembekuan PSSI yang dilakukan Kemenpora.
"Negara kita adalah negara hukum. Jadi apapun yang dilakukan oleh Menpora, kita akan sampaikan bagian hukum PSSI," kata La Nyalla, Sabtu (18/04).
Surat peringatan
Sanksi pembekuan PSSI dikeluarkan setelah organisasi induk sepak bola Indonesia ini tidak mengakui hasil rekomendasi Badan Olahraga profesional Indonesia, BOPI, yang melarang keikutsertaan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya dalam liga sepak bola.
PSSI tetap mengizinkan Arema dan Persebaya bertanding, awal Maret 2015 lalu. Di sinilah, Kemenpora kemudian menulis surat peringatan pertama dan kedua, tetapi tidak ditanggapi.
Pembekuan PSSI oleh Kemenpora ini bukanlah yang pertama. Saat Andi Mallarangeng menjadi Menpora, dia membekukan kepengurusan PSSI yang saat itu dipimpin Nurdin Halid.
Nurdin Halid akhirnya terdepak dari kursi ketua umum PSSI dan Djohar Arifin terpilih sebagai gantinya.
Hal ini diawali ketika pemerintah ikut campur dengan menggelar Kongres sepak bola nasional, KSN, di Malang, dan memicu dualisme kompetisi dualisme kompetisi Liga super Indonesia, LSI, dan Liga primer Indonesia, LPI.
FIFA kemudian memberikan peringatan keras kepada Indonesia, tetapi tidak membekukan PSSI. FIFA lantas membentuk Komite normalisasi yang mengambil alih tugas-tugas PSSI dan memilih pengurus baru.
Ketika Roy Suryo ditunjuk sebagai Menpora yang baru, dua kubu di PSSI bisa disatukan dengan Djohar Arifin menjadi ketua dan La Nyalla sebagai wakilnya.










