#TrenSosial: Mengkhawatirkan, komentar pro-kekerasan terkait karikatur Nabi Muhammad Charlie Hebdo

Sumber gambar, EPA
Komentar-komentar bernada dukungan terhadap kekerasan di ranah media sosial--soal karikatur Nabi Muhammad yang dimuat majalah Charlie Hebdo--sudah masuk kategori berbahaya, kata Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Di media sosial, kemarahan terhadap majalah satire ini diungkapkan dengan komentar-komentar bernada dukungan terhadap <link type="page"><caption> serangan di Charlie Hebdo yang terjadi pekan lalu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150112_trensosial_live_toleransi.shtml" platform="highweb"/></link>
Menyikapi tren tersebut, Wakil Sekjen PBNU Adnan Anwar mengatakan komentar bernada dukungan terhadap kekerasan sudah dikategorikan sebagai hal yang berbahaya dan berada di zona merah.
"Sudah sangat berbahaya, terutama membahayakan kerukunan umat beragama di dalam negeri. Harus ada langkah-langkah cepat oleh pemerintah kita untuk membaca ini," katanya kepada BBC Indonesia.
Banyaknya komentar pro-kekerasan dinilai bisa menjadi ruang bagi kelompok radikal untuk memobilisasi dukungan atas dasar agama, lanjut Adnan. "Kami minta pemerintah tidak main-main, harus segera ditanggapi."
Menentang kekerasan
PBNU mengecam langkah majalah Charlie Hebdo <link type="page"><caption> menerbitkan kartun Nabi Muhammad</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150114_charliehebdo_karikatur_nabi" platform="highweb"/></link>, namun menegaskan bahwa pihaknya mengharamkan cara-cara kekerasan.

Sumber gambar, TWITTER
"Pemunculan gambar saja dilarang, apalagi ini dimunculkan dalam karikatur, ini lebih menyakitkan," katanya.
"Tetapi PBNU mengharamkan cara-cara kekerasan. Jadi yang ditempuh adalah melakukan protes terbuka kepada pembuat kartun untuk segera mengakhirinya. Kekerasan dan teror akan menimbulkan masalah baru, menyudutkan Islam, dan kelompok Islamofobia semakin besar," jelas Adnan.
Pada Rabu (14/01) mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyerukan penyelesaian polemik karikatur Nabi Muhammad tanpa kekerasan.
"Saya mengajak bangsa manapun, Amerika, Eropa, Asia, Islam dan lainnya untuk memilih solusi yang lebih tepat dan bijak. Tidak harus perang," kata Yudhoyono lewat akun Twitter resminya.
"Saya cinta perdamaian. Saya ingin hubungan Islam dan Barat makin baik. Mestinya membikin karikatur Nabi Muhammad bisa dicegah."
"Saya berharap para pemimpin sedunia, termasuk pemimpin agama, bisa berbuat sesuatu. Mari kita cegah memburuknya situasi dunia."












