Presiden Jokowi tiba di Papua

Kedatangan Presiden Joko Widodo di Jayapura, Provinsi Papua, disambut ribuan orang.

Begitu presiden ke luar dari pesawat, dia mendapat sambutan adat Sentani berupa prosesi injak piring, pemasangan topi cendrawasih, dan tarian adat.

Presiden Jokowi menjalani tradisi 'injak piring' saat baru tiba di Bandara Sentani, Papua.
Keterangan gambar, Presiden Jokowi menjalani tradisi 'injak piring' saat baru tiba di Bandara Sentani, Papua.

Antusiasme warga untuk menyaksikan Presiden Jokowi juga tampak di luar Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Berdasarkan pantauan kontributor BBC Indonesia, ribuan warga yang mengenakan pakaian adat berjajar di sepanjang jalan keluar bandara.

Dari bandara, Jokowi—demikian dia biasa disapa—langsung menuju <link type="page"><caption> Pasar Mama Mama Papua</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140703_lapsus_papua_harapan" platform="highweb"/></link> guna meresmikan pembangunan pasar tersebut.

"Saya datang ke sini dan menepati janji saat kampanye, akan membangun Pasar Mama Mama Papua," ujar Jokowi.

Pembangunan Pasar Mama Mama Papua ini diperkirakan menghabiskan Rp15 miliar yang merupakan gabungan dana dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Usai meletakkan batu pertama pembangunan pasar ini, Presiden selanjutnya meresmikan Pondok Pesantren Alhidayah dan merayakan Natal nasional di Stadion Mandala Jayapura.

Pembangunan Pasar Mama Mama Papua diperkirakan akan menelan Rp15 miliar.
Keterangan gambar, Pembangunan Pasar Mama Mama Papua diperkirakan akan menelan Rp15 miliar.

Tuntutan

Kunjungan Jokowi ke Papua merupakan yang pertama sebagai presiden. Meski demikian, saat masa kampanye presiden, dia telah berkunjung ke sana.

Kedatangan Jokowi ke provinsi paling timur Indonesia itu diharapkan banyak pihak akan mempercepat <link type="page"><caption> penyelesaian beragam masalah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/10/141021_jokowi_papua" platform="highweb"/></link>, mulai dari pemerataan pembangunan hingga konflik berdarah yang kerap terjadi.

Konflik berdarah kerap berlangsung di Provinsi Papua.
Keterangan gambar, Konflik berdarah kerap berlangsung di Provinsi Papua.

Kasus terakhir ialah <link type="page"><caption> pertikaian di Paniai</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141217_paniai_papua_investigasi" platform="highweb"/></link>, pada 8 Desember 2014 lalu, yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 20 lainnya.

Peneliti masalah Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), <link type="page"><caption> Adriana Elizabeth</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141209_papua" platform="highweb"/></link>, mengatakan isu politik dan keamanan serta isu sosial ekonomi dan pembangunan harus diselesaikan secara simultan.

“Dua ini harus diselesaikan secara bersama. Tidak bisa satu lebih penting dari yang lain, karena masalahnya sudah lama tidak selesai. Kalau kita bayangkan Papua dibangun secara baik dari sisi infrastruktur, tetapi jika masih ada penembakan setiap saat, itu untuk apa? Jadi harus ada saluran lain untuk penyelesaian politik dan keamanan, melalui dialog dan penghentian kekerasan,” kata Adriana.