Subsidi BBM dicabut, buruh tuntut kenaikan upah

Ribuan buruh menggelar aksi di Jakarta, Rabu (10/12) untuk menuntut kenaikan gaji setelah harga kebutuhan pokok meningkat pasca pencabutan subsidi bahan bakar minyak.
Mereka berunjuk rasa di bundaran Hotel Indonesia dan Istana Negara. Para buruh yang tergabung dalam 42 federasi pekerja dari seluruh Indonesia menuntut kenaikan upah hingga 30%.
Tuntutan kenaikan upah ini wajar sebab harga-harga kebutukan pokok juga naik mengikuti <link type="page"><caption> kenaikan harga bahan bakar minyak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141117_tarifbbm_naik" platform="highweb"/></link> November lalu.
Namun jumlah kenaikan yang diajukan terlalu tinggi.
"Dari sisi standar tidak wajar," kata pengamat ekonomi di Surabaya, Kresnayana Yahya.
Penyesuaian
Ia menambahkan pemerintah harus memperhatikan kondisi buruh.
"Kalau di kawasan industri tidak tersedia perumahan, itu salahnya siapa? Lalu di kawasan industri, juga tidak tersedia transportasi yang mengarah ke wilayah industri. Itu kan bukan salahnya pengusaha dan buruh, tapi harus jadi perhatian pemerintah-pemerintah daerah itu," kata Kresnayana Yahya.
Pemerintah tidak menepis dampak pengalihan subsidi BBM terhadap kenaikan biaya hidup bagi buruh.
Namun, penyesuaian kondisi itu tidak harus dengan kenaikan gaji, kata Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.
"Saya sudah mendorong para gubenur dan pengusaha untuk memberikan tambahan uang transportasi dan uang makan. Kemudian juga percepatan pembangunan perumahan pekerja, baik itu yang berasal dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah ataupun juga yang kita kerjakan dengan dunia usaha," kata Hanif kepada wartawan BBC Indonesia, Rizki Washarti.









